Skip to content

Teguran Bagi Para Pemuda yang Menongkrong di Tepi Jalan

Seorang perempuan mengeluh kepada Imam Akbar atas perlakuan yang ia terima di jalanan. Ia pun meminta Imam Akbar untuk menasihati para pemuda.

FOTO Ilustrasi
FOTO Ilustrasi

Sejumlah pemuda yang menongkrong di jalanan mengganggu saya dengan perkataan dan pandangan mereka, padahal saya adalah perempuan berhijab. Saya berharap, Imam Akbar berkenan menegur setiap pemuda yang melakukan hal demikian. Saya juga berharap, para khatib masjid dapat melakukan hal yang serupa di dalam khutbah mereka dengan arahan Anda.

Jawaban: Seorang muslim sejati tidak akan merugikan orang lain, baik dengan tindakan, pandangan, maupun perkataan mereka. Nabi SAW telah memperingatkan kita semua akan hal itu dalam sabdanya:

إيَّاكُمْ وَالْجُلُوسَ بِالطُّرُقَاتِ. قَالُوا: يَا رَسُولَ الله، مَا بُدٌّ لَنَا مِنْ مَجَالِسِنَا نَتَحَدَّثُ فِيهَا، فَقَالَ رَسُولُ الله ﷺ: إنْ أَبَيْتُمْ فَأَعْطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهُ. قَالُوا: وَمَا حَقُّ الطَّرِيقِ يَا رَسُولَ الله؟ قَالَ: غَضُّ الْبَصَرِ، وَكَفُّ الْأَذَى، وَرَدُّ السَّلَامِ، وَالْأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ، وَالنَّهْيُ عَنِ الْمُنْكَرِ [رواه البخاري]

"Janganlah kalian duduk-duduk di pinggir jalan." Mereka berkata, "Ya Rasulullah, itu kebiasaan kami yang sudah biasa kami lakukan karena itu menjadi majelis tempat kami bercengkerama." Rasulullah SAW bersabda, "Jika kalian tidak mau meninggalkan majelis seperti itu, maka tunaikanlah hak jalan tersebut." Mereka bertanya, "Apa hak jalan itu?" Rasulullah SAW menjawab, "Menundukkan pandangan, menyingkirkan halangan, menjawab salam, amar makruf, dan nahi munkar." [HR. Al-Bukhari]

Wahai para pemuda, kelak kalian akan berdiri di hadapan Allah. Kalian akan ditanya tentang segala hal kecil hingga besar. Allah akan membalas semua amal kalian. Jika baik, maka baik balasannya. Jika buruk, maka buruk pula balasannya.
Nabi juga bersabda:

مَنْ ضَارَّ أَضَرَّ اللَّهُ بِهِ، وَمَنْ شَاقَّ شَقَّ اللهُ عَلَيْهِ [رواه ابن ماجه]

"Barang siapa yang menyakiti, maka Allah akan menyakitinya, dan barang siapa yang menyulitkan, maka Allah akan menyulitkannya pula." [HR. Ibnu Majah]

Rasulullah

Kumpulan tulisan dengan spirit kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat teman-teman temukan

di sini

Dalam riwayat Abdullah bin Umar RA, ia berkata:

صَعِدَ رَسُولُ الله ﷺ الْمِنْبَرَ، فَنَادَى بِصَوْتٍ رَفِيعٍ فَقَالَ: يَا مَعْشَرَ مَنْ أَسْلَمَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يُفْضِ الإِيمَانُ إِلَى قَلْبِهِ، لا تُؤْذُوا الْمُسْلِمِينَ وَلا تُعَيَّرُوهُمْ، وَلَا تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ، فَإِنَّهُ مَنْ تَتَبَّعَ عَوْرَةَ أَخِيهِ الْمُسْلِمِ، تَتَبَّعَ اللهُ عَوْرَتَهُ، وَمَنْ تَتَبَّعَ اللهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ وَلَوْ فِي جَوْفِ رَحْلِهِ [رواه الترمذي]

Rasulullah SAW naik ke mimbar dan berseru dengan suara lantang sembari bersabda, "Wahai orang-orang yang masuk Islam dengan lisannya namun imannya tidak sampai ke kalbunya, janganlah kalian mencelakakan dan mencaci kaum muslimin. Jangan pula kalian menelusuri aib mereka. Karena barangsiapa menelusuri aib saudaranya semuslim, Allah akan menelusuri aib mereka. Barangsiapa yang Allah telusuri aibnya, niscaya Dia akan menyingkapkannya meski itu berada di bagian terdalam pelana tunggangannya (tersembunyi jauh). [HR. At-Tirmidzi]

Beliau juga bersabda:

مَن يأخُذُ عنِّي هؤلاء الكلمات فيعمل بهنَّ أو يُعلِّمَهنَّ مَن يعمل بهنَّ قال أبو هُرَيْرَةَ قُلْتُ أنا يا رسولَ اللهِ فَأَخَذَ النَّبِيُّ ﷺ بيدي فعقد فيها خَمْسًا وقال اتَّقِ المحارم تكُن أعبَدَ النَّاسِ، وَارْضَ بما قسم اللهُ لكَ تَكُنْ أغنى النَّاس، وأحسن إلى جارِكَ تَكُنْ مُؤْمِنًا، وأحِبَّ للنَّاسِ مَا تُحِبُّ لنفسِكَ َتكُنْ مُسلِمًا، ولا تُكثِرِ الضَّحِكَ فَإِنَّ كثرة الضَّحِكِ تُميتُ القلب. [رواه الترمذي]

“Siapa yang akan mengambil kata-kata ini dariku dan mengamalkannya atau mengajarkannya kepada orang-orang yang akan mengamalkannya?” Abu Hurairah berkata, "Saya, wahai Rasulullah." Nabi SAW lalu meraih tanganku dan memegangnya lima kali sembari bersabda, “(1) Bertakwalah akan hal-hal yang dilarang, maka kamu akan menjadi orang yang paling bertaqwa; (2) Ridalah dengan apa yang telah Allah berikan kepadamu, maka kamu akan menjadi orang yang merasa cukup; (3) Bersikap baiklah terhadap sesamamu, maka kamu anak menjadi orang yang beriman; (4) Cintailah orang lain sebagaimana kamu mencintai dirimu sendiri, maka kamu akan menjadi seorang muslim sejati; dan (5) Jangan terlalu banyak tertawa, karena terlalu banyak tertawa akan dapat mematikan hati." [HR. At-Tirmidzi]

Wahai para orang tua, hendaklah kamu mendidik anak-anakmu dengan keseriusan, budi baik, dan tanggung jawab penuh. Bantulah mereka merencanakan kehidupan, masa depan, dan menentukan cita-cita mereka, agar mereka tidak merugikan diri sendiri ataupun merugikan masyarakat. Kelak, kalian (orang tua) akan ditanyai oleh Allah, sebagaimana sabda Nabi SAW yang paling mulia:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْؤُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ [رواه البخاري]

"Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanyai mengenai kepemimpinannya." [HR. Al-Bukhari]


💡
Artikel FATWA ini diterjemahkan dari buku Syekh Ahmad Ath-Thayyib berjudul Al-Athfal Yas'alun Al-Imam, oleh Amirul Mukminin

Latest