<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"><channel><title><![CDATA[Tawazun ID]]></title><description><![CDATA[Berimbang Membaca Kehidupan]]></description><link>https://tawazun.id/</link><image><url>https://tawazun.id/favicon.png</url><title>Tawazun ID</title><link>https://tawazun.id/</link></image><generator>Ghost 5.24</generator><lastBuildDate>Tue, 06 Oct 2026 15:40:29 GMT</lastBuildDate><atom:link href="https://tawazun.id/latest/rss/" rel="self" type="application/rss+xml"/><ttl>60</ttl><item><title><![CDATA[Imam Akbar Al-Azhar Terima Delegasi Uskup Katolik Filipina, Bahas Dialog Antaragama]]></title><description><![CDATA[Imam Akbar Al-Azhar menerima delegasi uskup Katolik Filipina dan menegaskan pentingnya dialog antaragama serta hidup berdampingan.]]></description><link>https://tawazun.id/imam-akbar-al-azhar-terima-delegasi-uskup-katolik-filipina-bahas-dialog-antaragama/</link><guid isPermaLink="false">6aa1c9272a96844ae0c31805</guid><category><![CDATA[Berita]]></category><category><![CDATA[Moderasi]]></category><dc:creator><![CDATA[Mu'hid Rahman]]></dc:creator><pubDate>Wed, 09 Sep 2026 21:08:04 GMT</pubDate><media:content url="https://tawazun.id/content/images/2026/09/Imam-Akbar-Al-Azhar-Terima-Delegasi-Uskup-Katolik-Filipina--Bahas-Dialog-Antaragama.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://tawazun.id/content/images/2026/09/Imam-Akbar-Al-Azhar-Terima-Delegasi-Uskup-Katolik-Filipina--Bahas-Dialog-Antaragama.jpg" alt="Imam Akbar Al-Azhar Terima Delegasi Uskup Katolik Filipina, Bahas Dialog Antaragama"><p><strong>TAWAZUN.ID</strong> &#x2014; Imam Akbar Al-Azhar Syekh Ahmad Ath-Thayyib menerima delegasi Konferensi Waligereja Katolik Filipina di Masyakhah Al-Azhar, Kairo, Kamis (3/9/2026). Pertemuan tersebut membahas dialog antaragama, hidup berdampingan, dan upaya membangun perdamaian di tengah masyarakat yang beragam.</p><p>Delegasi dipimpin oleh Uskup Agung Gilbert Garcera, Ketua Konferensi Waligereja Katolik Filipina sekaligus Uskup Agung Lipa. Turut hadir Menteri Wakaf Mesir Usamah Al-Azhari dan Duta Besar Filipina untuk Mesir Charmaine Aviquivil.</p><p>Kunjungan tersebut berlangsung di sela program Mesir&#x2013;Filipina bagi para pemimpin agama untuk dialog, hidup berdampingan, dan pembangunan perdamaian. Program itu mengangkat tema &#x201C;Pengalaman Mesir dalam Hidup Berdampingan secara Damai dan Membangun Masyarakat yang Merangkul Semua&#x201D;.</p><p>Dalam pertemuan tersebut, Syekh Ahmad Ath-Thayyib menegaskan bahwa dialog yang tulus antara umat Islam dan Kristen menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat persaudaraan manusia.</p><p>Ia juga mengenang hubungannya dengan mendiang Paus Fransiskus. Keduanya bekerja bersama selama lebih dari satu tahun dalam merumuskan <em>Dokumen Persaudaraan Manusia</em> yang kemudian ditandatangani di Abu Dhabi pada 2019.</p><p>Menurut Imam Akbar, dokumen tersebut dirancang sebagai panduan untuk menyebarkan perdamaian, persaudaraan, dan kehidupan bersama di tengah perbedaan warna kulit, bangsa, maupun keyakinan.</p><h3 id="islam-dan-tradisi-hidup-berdampingan">Islam dan Tradisi Hidup Berdampingan</h3><p>Syekh Ahmad Ath-Thayyib menegaskan bahwa Islam merupakan agama yang mengajarkan hidup berdampingan, toleransi, dan penerimaan terhadap pihak lain.</p><p>Ia mencontohkan peristiwa hijrah sebagian sahabat Nabi Muhammad SAW ke Habasyah ketika umat Islam mengalami tekanan di Makkah. Habasyah ketika itu dipimpin oleh seorang raja beragama Kristen yang memberikan perlindungan kepada kaum muslimin.</p><p>Imam Akbar juga menyinggung ketentuan Islam yang membolehkan seorang muslim menikahi perempuan dari kalangan Ahli Kitab. Menurutnya, hubungan tersebut menunjukkan bahwa perbedaan agama tidak menghalangi hadirnya kasih sayang, kehidupan keluarga, dan penghormatan terhadap keyakinan pasangan.</p><p>Dalam kesempatan yang sama, Syekh Ahmad Ath-Thayyib memperkenalkan pengalaman <em>Bait Al-Ailah Al-Mishriyyah </em>atau Rumah Keluarga Mesir, sebuah lembaga yang dibentuk melalui kerja sama Al-Azhar dan gereja-gereja di Mesir.</p><p>Lembaga tersebut dipimpin secara bergantian setiap enam bulan oleh Syekhul-Azhar dan Paus Gereja Ortodoks Koptik. Kehadirannya ditujukan untuk memperkuat persaudaraan kebangsaan sekaligus mencegah konflik sektarian dan berbagai upaya yang dapat memecah masyarakat Mesir.</p><h3 id="jembatan-dialog-mesir-dan-filipina">Jembatan Dialog Mesir dan Filipina</h3><p>Menteri Wakaf Mesir Usamah Al-Azhari menjelaskan bahwa program Mesir&#x2013;Filipina bagi para pemimpin agama merupakan hasil koordinasi dan kunjungan timbal balik antara kedua negara.</p><p>Program tersebut, menurutnya, diarahkan untuk membuka jembatan dialog, bertukar pengalaman, serta mencari pendekatan bersama dalam membangun masyarakat yang aman dan stabil.</p><p>Sementara itu, Uskup Agung Gilbert Garcera menyebut kunjungan ke Al-Azhar sebagai sebuah &#x201C;dialog kenangan&#x201D; antara umat Islam dan Kristen.</p><p>Ia menilai pengalaman Syekh Ahmad Ath-Thayyib bersama Paus Fransiskus, termasuk lahirnya <em>Dokumen Persaudaraan Manusia</em>, telah memberikan contoh nyata mengenai dialog dan persaudaraan yang dapat menjadi rujukan dalam menghadapi berbagai tantangan dunia saat ini.</p><p>Delegasi Filipina yang berkunjung ke Al-Azhar terdiri atas sejumlah uskup dan pejabat Konferensi Waligereja Katolik Filipina yang menangani bidang dialog antaragama, kebudayaan, urusan publik, dan administrasi lembaga.</p><p>Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pertukaran pengalaman antara pemimpin agama di Mesir dan Filipina dalam bidang dialog antaragama dan pembangunan perdamaian.</p><hr><div class="kg-card kg-callout-card kg-callout-card-green"><div class="kg-callout-emoji">&#x1F4A1;</div><div class="kg-callout-text">Baca juga <a href="https://tawazun.id/tag/berita/">BERITA</a> terbaru atau pilih <a href="https://tawazun.id/rubrik/">ragam tulisan</a> lain di Situs Tawazun ID</div></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Ismail Ould Cheikh Ahmed Terpilih sebagai Sekjen Baru OKI]]></title><description><![CDATA[Diplomat Mauritania Ismail Ould Cheikh Ahmed terpilih sebagai Sekjen baru OKI dan berkomitmen memperkuat solidaritas negara-negara Islam.]]></description><link>https://tawazun.id/ismail-ould-cheikh-ahmed-terpilih-sebagai-sekjen-baru-oki/</link><guid isPermaLink="false">6a91f55f2a96844ae0c3178d</guid><category><![CDATA[Berita]]></category><category><![CDATA[Diplomasi]]></category><category><![CDATA[Palestina]]></category><dc:creator><![CDATA[Mu'hid Rahman]]></dc:creator><pubDate>Fri, 28 Aug 2026 21:01:22 GMT</pubDate><media:content url="https://tawazun.id/content/images/2026/08/Ismail-Ould-Cheikh-Ahmed-Terpilih-sebagai-Sekjen-Baru-OKI-1.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://tawazun.id/content/images/2026/08/Ismail-Ould-Cheikh-Ahmed-Terpilih-sebagai-Sekjen-Baru-OKI-1.jpg" alt="Ismail Ould Cheikh Ahmed Terpilih sebagai Sekjen Baru OKI"><p><strong>TAWAZUN.ID</strong> &#x2014; Negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) memilih diplomat Mauritania Ismail Ould Cheikh Ahmed sebagai Sekretaris Jenderal baru organisasi tersebut dalam Sidang Luar Biasa ke-23 Dewan Menteri Luar Negeri OKI di Jeddah, Arab Saudi, Kamis (27/8/2026).</p><p>Sebagaimana dirilis melalui laman resmi OKI, Ismail mendapat dukungan seluruh 57 negara anggota OKI. Pemerintah Mauritania menyebut lima kandidat dari negara lain sebelumnya mengundurkan diri dari pencalonan hingga akhirnya dukungan diberikan secara bulat kepada kandidat Mauritania tersebut.</p><p>Setelah terpilih, Ismail langsung mengambil sumpah jabatan di hadapan para menteri luar negeri negara anggota. Ia menggantikan Hissein Brahim Taha, diplomat asal Chad yang menjabat Sekretaris Jenderal OKI sejak 17 November 2021.</p><figure class="kg-card kg-image-card kg-card-hascaption"><img src="https://tawazun.id/content/images/2026/08/Ismail-Ould-Cheikh-Ahmed-Terpilih-sebagai-Sekjen-Baru-OKI-2.jpg" class="kg-image" alt="Ismail Ould Cheikh Ahmed Terpilih sebagai Sekjen Baru OKI" loading="lazy" width="1336" height="890" srcset="https://tawazun.id/content/images/size/w600/2026/08/Ismail-Ould-Cheikh-Ahmed-Terpilih-sebagai-Sekjen-Baru-OKI-2.jpg 600w, https://tawazun.id/content/images/size/w1000/2026/08/Ismail-Ould-Cheikh-Ahmed-Terpilih-sebagai-Sekjen-Baru-OKI-2.jpg 1000w, https://tawazun.id/content/images/2026/08/Ismail-Ould-Cheikh-Ahmed-Terpilih-sebagai-Sekjen-Baru-OKI-2.jpg 1336w" sizes="(min-width: 720px) 720px"><figcaption>FOTO Serah terima jabatan sekjen OKI terpilih Ismail Ould Cheikh (kanan) asal Mauritania dari Hissein Brahim Taha asal Chad.</figcaption></figure><p>Dalam pidatonya yang disampaikan dalam bahasa Arab, Inggris, dan Prancis&#x2014;tiga bahasa resmi OKI&#x2014;Ismail menyebut kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai kehormatan terbesar sepanjang kariernya setelah lebih dari tiga dekade berkecimpung dalam pelayanan nasional, regional, dan internasional.</p><p>Ia juga menegaskan tekadnya untuk menjawab kepercayaan negara-negara anggota melalui tindakan nyata. Menurutnya, tanggung jawab sebagai Sekretaris Jenderal harus dibuktikan melalui kerja, bukan sekadar pernyataan.</p><p>Ismail mengatakan dirinya membawa visi strategis untuk lima tahun mendatang guna meningkatkan kinerja OKI sekaligus memperkuat posisi dan pengaruh organisasi tersebut di tingkat regional maupun internasional. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat persatuan dan efektivitas OKI dalam membela kepentingan negara-negara anggotanya dan menangani berbagai persoalan dunia Islam.</p><p>Dalam prosesi serah terima jabatan dengan Hissein Brahim Taha, keduanya membahas sejumlah persoalan politik, pembangunan, dan kelembagaan yang menjadi agenda OKI. Ismail menyatakan komitmennya untuk mengembangkan kinerja Sekretariat Jenderal serta memperkuat solidaritas antarnegara anggota dalam menghadapi berbagai tantangan saat ini.</p><h3 id="diplomat-berpengalaman-dari-mauritania">Diplomat Berpengalaman dari Mauritania</h3><p>Ismail Ould Cheikh Ahmed merupakan diplomat Mauritania kelahiran 1960 yang memiliki pengalaman panjang dalam diplomasi, pembangunan, dan penanganan konflik internasional.</p><p>Ia pernah menjadi Utusan Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Yaman pada 2015. Sebelumnya, ia menjabat Kepala Misi PBB untuk Tanggap Darurat Ebola (UNMEER) dan Wakil Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Libya. Ia juga pernah menjalankan sejumlah tugas PBB di Suriah dan Yaman serta menduduki berbagai posisi di UNICEF.</p><p>Di pemerintahan Mauritania, Ismail pernah menjabat Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama. Ia memiliki gelar master dalam bidang pengembangan sumber daya manusia dari University of Manchester, gelar sarjana ekonomi dari University of Montpellier, serta sertifikat lanjutan dalam analisis kebijakan ekonomi dan sosial dari Maastricht Graduate School of Governance. Ia menguasai bahasa Arab, Inggris, dan Prancis.</p><p>Pergantian kepemimpinan OKI berlangsung di tengah berbagai persoalan yang dihadapi dunia Islam, termasuk perkembangan di Palestina. Dalam sidang tersebut, Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina Varsen Aghabekian Shahin menyerukan agar negara-negara anggota mengambil langkah politik dan hukum yang konkret untuk meminta pertanggungjawaban atas kejahatan pemukim Israel.</p><p>Ia juga memperingatkan bahwa berbagai pelanggaran dan upaya mengubah status historis dan hukum Al-Quds serta Masjid Al-Aqsha merupakan ancaman langsung terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan.</p><p>OKI saat ini beranggotakan 57 negara dan merupakan organisasi antarpemerintah terbesar kedua di dunia setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sekretariat Jenderalnya berkedudukan di Jeddah, Arab Saudi.</p><hr><div class="kg-card kg-callout-card kg-callout-card-green"><div class="kg-callout-emoji">&#x1F4A1;</div><div class="kg-callout-text">Baca juga <a href="https://tawazun.id/tag/berita/">BERITA</a> terbaru atau pilih <a href="https://tawazun.id/rubrik/">ragam tulisan</a> lain di Situs Tawazun ID</div></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Al-Azhar: Merayakan Maulid Nabi adalah Bentuk Syukur]]></title><description><![CDATA[Al-Azhar menegaskan merayakan Maulid Nabi merupakan bentuk syukur atas nikmat diutusnya Rasulullah yang membawa rahmat bagi seluruh alam semesta.]]></description><link>https://tawazun.id/al-azhar-merayakan-maulid-nabi-adalah-bentuk-syukur/</link><guid isPermaLink="false">6a8ec5f52a96844ae0c3173a</guid><category><![CDATA[Berita]]></category><category><![CDATA[Cinta Rasul]]></category><dc:creator><![CDATA[Mu'hid Rahman]]></dc:creator><pubDate>Wed, 26 Aug 2026 11:07:04 GMT</pubDate><media:content url="https://tawazun.id/content/images/2026/08/al-azhar-merayakan-maulid-nabi-adalah-bentuk-syukur.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://tawazun.id/content/images/2026/08/al-azhar-merayakan-maulid-nabi-adalah-bentuk-syukur.jpg" alt="Al-Azhar: Merayakan Maulid Nabi adalah Bentuk Syukur"><p><strong>TAWAZUN.ID</strong> &#x2014; Al-Azhar menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Azhar, Kairo, Senin (24/8/2026) malam. Kegiatan yang berlangsung seusai salat Magrib itu digelar di bawah naungan Imam Akbar Al-Azhar Syekh Ahmad Ath-Thayyib dan dihadiri para ulama, pimpinan lembaga keagamaan, pejabat, serta para pelajar Al-Azhar.</p><p>Dalam kesempatan tersebut, mantan Rektor Universitas Al-Azhar Prof. Ibrahim Al-Hudhud menegaskan bahwa memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas nikmat besar berupa diutusnya Rasulullah kepada umat manusia.</p><p>Menurutnya, Allah telah memberikan anugerah kepada orang-orang beriman melalui pengutusan Nabi Muhammad SAW sekaligus menjadikan umat Islam sebagai umat yang membawa rahmat bagi seluruh alam.</p><p>Ia menjelaskan bahwa Al-Quran menggambarkan berbagai bentuk keistimewaan dan rahmat yang dianugerahkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW, mulai dari kelembutan beliau terhadap orang-orang di sekitarnya, besarnya perhatian terhadap umat, hingga keinginan kuat agar manusia memperoleh petunjuk.</p><p>Semua itu, menurutnya, berpuncak pada firman Allah, <em>&#x201C;Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.&#x201D;</em></p><h3 id="syariat-nabi-membawa-rahmat-bagi-seluruh-makhluk">Syariat Nabi Membawa Rahmat bagi Seluruh Makhluk</h3><p>Prof. Ibrahim Al-Hudhud mengatakan bahwa syariat yang dibawa Nabi Muhammad SAW merupakan rahmat yang mencakup seluruh aspek kehidupan.</p><p>Islam, menurutnya, tidak hanya mengatur hubungan antarmanusia, tetapi juga mengajarkan adab di jalan, menjaga pepohonan dan melarang perusakannya, serta memperhatikan kesejahteraan burung dan hewan.</p><p>Ia juga menyinggung ajaran Islam yang menjadikan tanaman yang dimakan burung sebagai sedekah bagi pemiliknya. Hal tersebut menunjukkan luasnya cakupan rahmat dalam syariat Nabi Muhammad SAW.</p><p>Mantan Rektor Universitas Al-Azhar itu kemudian menanggapi pandangan yang mempertanyakan kebolehan memperingati Maulid Nabi.</p><p>&#x201C;Bagaimana mungkin kita tidak bergembira dengan kelahiran seseorang yang Allah berikan kepadanya anugerah terbesar dan menjadikannya sebagai rahmat bagi segala sesuatu?&#x201D; ujarnya.</p><p>Menurut Al-Hudhud, kecintaan kepada Allah tidak dapat dilepaskan dari mengikuti dan mencintai Rasulullah SAW. Bahkan, kesempurnaan iman menuntut seorang muslim untuk mencintai Rasulullah melebihi dirinya, keluarganya, dan hartanya.</p><h3 id="perayaan-maulid-sebagai-bentuk-syukur">Perayaan Maulid sebagai Bentuk Syukur</h3><p>Al-Hudhud menegaskan bahwa bergembira atas nikmat Allah merupakan sesuatu yang sesuai dengan fitrah manusia sekaligus bentuk syukur.</p><p>Ia memberikan perumpamaan bahwa manusia biasa bergembira atas kelahiran anak-anak mereka maupun memperingati hari-hari penting dalam sejarah bangsanya. Karena itu, menurutnya, kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad saw. memiliki alasan yang lebih kuat.</p><p>Ia juga menyinggung perdebatan mengenai dalil perayaan Maulid Nabi. Menurutnya, hukum asal dalam berbagai perkara adalah boleh.</p><p>Karena itu, ia berpandangan bahwa pihak yang melarang perayaan Maulid Nabi justru perlu menunjukkan dalil yang sahih dan tegas mengenai larangan tersebut.</p><p>Al-Hudhud kemudian mengajak umat Islam untuk memaknai kecintaan kepada Rasulullah SAW dengan memperbanyak rasa syukur dan mengingat kedudukan Nabi dalam kehidupan umat.</p><p>Pada akhir sambutannya, ia mengingatkan kedudukan Nabi Muhammad SAW pada hari kiamat sebagai pemilik syafaat bagi umatnya. Ia merujuk pada hadits dalam <em>Shahih Muslim</em> mengenai doa mustajab Rasulullah yang disimpan untuk memberikan syafaat kepada umatnya pada hari kiamat.</p><p>Ia kemudian berdoa agar Allah menjaga Mesir dan seluruh negeri kaum muslimin serta menganugerahkan keamanan dan kesejahteraan.</p><p>Peringatan Maulid Nabi tersebut turut dihadiri Wakilul-Azhar Syekh Aiman Abdulghani, Menteri Wakaf Mesir Prof. Usamah Al-Azhari, Rektor Universitas Al-Azhar Prof. Mahmud Shiddiq, mantan Mufti Mesir Prof. Syauqi Allam, serta sejumlah ulama dan pejabat Al-Azhar lainnya.</p><hr><div class="kg-card kg-callout-card kg-callout-card-green"><div class="kg-callout-emoji">&#x1F4A1;</div><div class="kg-callout-text">Baca juga <a href="https://tawazun.id/tag/berita/">BERITA</a> terbaru atau pilih <a href="https://tawazun.id/rubrik/">ragam tulisan</a> lain di Situs Tawazun ID</div></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Al-Azhar: Perayaan Terbesar Maulid adalah Menjadikan Teladan Nabi sebagai Perilaku]]></title><description><![CDATA[Al-Azhar menegaskan perayaan Maulid Nabi sejatinya diwujudkan dengan menjadikan kecintaan dan teladan Rasulullah sebagai perilaku sehari-hari.]]></description><link>https://tawazun.id/al-azhar-perayaan-terbesar-maulid-adalah-menjadikan-teladan-nabi-sebagai-perilaku/</link><guid isPermaLink="false">6a84830f2a96844ae0c316ca</guid><category><![CDATA[Berita]]></category><category><![CDATA[Cinta Rasul]]></category><dc:creator><![CDATA[Mu'hid Rahman]]></dc:creator><pubDate>Tue, 18 Aug 2026 16:17:09 GMT</pubDate><media:content url="https://tawazun.id/content/images/2026/08/Al-Azhar-Perayaan-Terbesar-Maulid-adalah-Menjadikan-Teladan-Nabi-sebagai-Perilaku.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://tawazun.id/content/images/2026/08/Al-Azhar-Perayaan-Terbesar-Maulid-adalah-Menjadikan-Teladan-Nabi-sebagai-Perilaku.jpg" alt="Al-Azhar: Perayaan Terbesar Maulid adalah Menjadikan Teladan Nabi sebagai Perilaku"><p><strong>TAWAZUN.ID</strong> &#x2014; Al-Azhar menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Azhar, Kairo, Kamis (13/8/2026), dengan dihadiri para ulama, tokoh masyarakat, pelajar, dan masyarakat umum. Kegiatan tersebut diselenggarakan di bawah naungan Imam Akbar Al-Azhar Syekh Ahmad Ath-Thayyib.</p><p>Peringatan Maulid yang digelar bekerja sama dengan Radio Al-Quran Al-Karim itu mengusung tema <em>Shiratuka Al-&#x2018;Athirah... Manhaj Hayah</em> atau &#x201C;Sirahmu yang Mulia, Pedoman Kehidupan&#x201D;.</p><p>Sekretaris Jenderal Akademi Riset Islam Al-Azhar, Prof. Muhammad Al-Jundi, dalam sambutannya mengatakan bahwa memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW pada hakikatnya merupakan perayaan atas lahirnya rahmat yang diutus Allah bagi seluruh alam.</p><p>Ia merujuk pada firman Allah dalam Surah Al-Anbiya ayat 107, &#x201C;Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam.&#x201D;</p><p>Menurut Al-Jundi, Nabi Muhammad SAW mewujudkan rahmat tersebut melalui perkataan, perbuatan, dan interaksinya dengan sesama. Rasulullah menjadi rahmat bagi manusia, memberikan perhatian kepada kaum lemah, anak yatim, dan mereka yang membutuhkan, serta menjadi teladan dalam memaafkan, bersikap lembut, dan berbuat baik.</p><p>Ia menambahkan, kecintaan dan kerinduan kepada Rasulullah terus diperbarui dalam hati orang-orang beriman setiap kali mereka mengingat perjalanan hidup dan tuntunan beliau.</p><h2 id="rahmat-nabi-mencakup-seluruh-makhluk">Rahmat Nabi Mencakup Seluruh Makhluk</h2><p>Al-Jundi menegaskan bahwa rahmat yang diajarkan Nabi Muhammad SAW tidak terbatas kepada manusia, tetapi juga mencakup hewan dan seluruh makhluk.</p><p>Ia mencontohkan riwayat tentang seekor unta yang mengadukan perlakuan pemiliknya kepada Rasulullah. Nabi kemudian meminta sang pemilik memperlakukan hewan tersebut dengan baik seraya mengingatkannya untuk bertakwa kepada Allah dalam memperlakukan unta itu.</p><p>Menurut Al-Jundi, peristiwa tersebut menunjukkan keluasan rahmat Nabi sekaligus menegaskan bahwa kelembutan dan kebaikan bukan sekadar perilaku individual, melainkan bagian dari pedoman kehidupan yang diajarkan Islam.</p><p>Nilai-nilai tersebut, lanjutnya, tidak berhenti sebagai ajaran, tetapi telah dicontohkan secara nyata oleh Rasulullah dalam memperlakukan seluruh makhluk.</p><h2 id="kecintaan-kepada-nabi-harus-menjadi-perilaku">Kecintaan kepada Nabi Harus Menjadi Perilaku</h2><p>Al-Jundi juga menjelaskan bahwa hubungan seorang mukmin dengan Rasulullah tidak pernah terputus. Hubungan itu terus diperbarui melalui selawat dan salam kepada Nabi, mengingat tuntunan beliau, serta meneladan akhlak dan perjalanan hidupnya.</p><p>Ia mencontohkan bacaan seorang muslim dalam salat, <em>&#x201C;Assalamu &#x2018;alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh,&#x201D;</em> sebagai salah satu bentuk kehadiran kecintaan kepada Nabi dalam kesadaran umat Islam.</p><p>Menurutnya, peringatan Maulid Nabi yang paling utama adalah ketika kecintaan kepada Rasulullah diwujudkan dalam perbuatan dan tuntunannya diterapkan dalam perilaku sehari-hari.</p><p>Pesan Nabi tentang rahmat, kelembutan, dan kebaikan, kata Al-Jundi, harus menjadi pedoman kehidupan sehingga sirah Rasulullah terus menjadi cahaya yang menuntun manusia kepada kebaikan serta menyatukan hati dalam nilai-nilai kasih sayang dan perdamaian.</p><p>Peringatan Maulid di Masjid Al-Azhar tersebut turut diisi dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Quran serta sejumlah lantunan doa dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Rangkaian tersebut menghadirkan suasana spiritual sekaligus mengekspresikan kecintaan dan kerinduan kepada Rasulullah.</p><hr><div class="kg-card kg-callout-card kg-callout-card-green"><div class="kg-callout-emoji">&#x1F4A1;</div><div class="kg-callout-text">Baca juga <a href="https://tawazun.id/tag/berita/">BERITA</a> terbaru atau pilih <a href="https://tawazun.id/rubrik/">ragam tulisan</a> lain di Situs Tawazun ID</div></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Imam Akbar Al-Azhar Minta Dubes Australia Sampaikan Gambaran Sebenarnya tentang Islam]]></title><description><![CDATA[Imam Akbar Al-Azhar bahas Palestina dan Islamofobia serta meminta Dubes Australia menyampaikan gambaran sebenarnya tentang Islam.]]></description><link>https://tawazun.id/imam-akbar-al-azhar-minta-dubes-australia-sampaikan-gambaran-sebenarnya-tentang-islam/</link><guid isPermaLink="false">6a847c762a96844ae0c3168a</guid><category><![CDATA[Berita]]></category><category><![CDATA[Diplomasi]]></category><category><![CDATA[Palestina]]></category><dc:creator><![CDATA[Mu'hid Rahman]]></dc:creator><pubDate>Tue, 18 Aug 2026 15:45:04 GMT</pubDate><media:content url="https://tawazun.id/content/images/2026/08/Imam-Akbar-Al-Azhar-Minta-Dubes-Australia-Sampaikan-Gambaran-Sebenarnya-tentang-Islam.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://tawazun.id/content/images/2026/08/Imam-Akbar-Al-Azhar-Minta-Dubes-Australia-Sampaikan-Gambaran-Sebenarnya-tentang-Islam.jpg" alt="Imam Akbar Al-Azhar Minta Dubes Australia Sampaikan Gambaran Sebenarnya tentang Islam"><p><strong>TAWAZUN.ID</strong> &#x2014; Imam Akbar Al-Azhar Syekh Ahmad Ath-Thayyib menerima Duta Besar Australia untuk Mesir Axel Wabenhorst di Masyakhah Al-Azhar, Kairo, Ahad (16/8/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama serta upaya menghadapi meningkatnya fenomena Islamofobia.</p><p>Dalam pertemuan itu, Syekh Ahmad Ath-Thayyib meminta Wabenhorst, setelah kembali ke negaranya, turut menyampaikan gambaran sebenarnya tentang Islam dan umat Islam berdasarkan pengalaman yang ia saksikan secara langsung selama bertugas di Mesir dan berinteraksi dengan masyarakat muslim.</p><p>Menurut Syekh Al-Azhar, pengalaman langsung tersebut penting untuk menghadapi berbagai stereotip yang berkembang terhadap Islam di tengah meningkatnya Islamofobia di negara-negara Barat.</p><p>Ia menegaskan bahwa saling mengenal dan dialog secara langsung merupakan salah satu sarana terpenting untuk meluruskan pandangan yang keliru sekaligus memperkuat pemahaman antara masyarakat dengan latar belakang budaya yang berbeda.</p><h2 id="soroti-situasi-palestina">Soroti Situasi Palestina</h2><p>Dalam kesempatan yang sama, Syekh Ahmad Ath-Thayyib menyampaikan apresiasinya terhadap sikap Australia mengenai isu Palestina. Ia menyoroti kondisi dunia yang saat ini, menurutnya, tengah mengalami keguncangan dan ketidakjelasan standar di tengah melemahnya kepatuhan terhadap hukum dan norma internasional.</p><p>Ia mempertanyakan sejauh mana kekuatan-kekuatan besar dunia mampu melindungi hak-hak masyarakat serta memberikan keadilan kepada mereka yang tertindas dan lemah.</p><p>Syekh Al-Azhar juga mempertanyakan apakah masih terdapat kekuatan yang terdiri dari orang-orang bijak dan rasional yang mampu mendorong penyelesaian adil bagi persoalan Palestina.</p><p>Penyelesaian tersebut, menurutnya, harus menjamin hak rakyat Palestina untuk mendirikan negara merdeka dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya, tanpa dipengaruhi kepentingan dan kehendak tertentu.</p><h2 id="australia-tunjuk-utusan-khusus-tangani-islamofobia">Australia Tunjuk Utusan Khusus Tangani Islamofobia</h2><p>Sementara itu, Wabenhorst menyampaikan apresiasinya terhadap upaya Syekh Ahmad Ath-Thayyib dalam memperkuat budaya perdamaian dan hidup berdampingan.</p><p>Ia juga mengapresiasi perhatian Al-Azhar terhadap mahasiswa asal Australia yang menempuh pendidikan di berbagai lembaga pendidikan Al-Azhar. Saat ini, terdapat sekitar 75 mahasiswa Australia yang belajar di Al-Azhar.</p><p>Menurut Wabenhorst, Australia menghargai perhatian akademik dan kemanusiaan yang diberikan Al-Azhar kepada para mahasiswa tersebut.</p><p>Duta Besar Australia itu juga mengapresiasi berbagai upaya Al-Azhar dalam menghadapi Islamofobia. Ia menegaskan bahwa fenomena tersebut tidak dapat dibenarkan dan pemerintah Australia memberikan perhatian besar terhadap upaya penanggulangannya.</p><p>Sebagai bagian dari langkah tersebut, pemerintah Australia telah menunjuk seorang utusan khusus untuk memerangi Islamofobia serta meningkatkan kesadaran mengenai bahaya ujaran kebencian dan diskriminasi.</p><hr><div class="kg-card kg-callout-card kg-callout-card-green"><div class="kg-callout-emoji">&#x1F4A1;</div><div class="kg-callout-text">Baca juga <a href="https://tawazun.id/tag/berita/">BERITA</a> terbaru atau pilih <a href="https://tawazun.id/rubrik/">ragam tulisan</a> lain di Situs Tawazun ID</div></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Al-Azhar Luncurkan Kurikulum Tajwid Baru untuk Siswa Sekolah Dasar]]></title><description><![CDATA[Al-Azhar meluncurkan kurikulum "Tajwid yang Dipermudah" untuk siswa sekolah dasar dengan metode bertahap, aplikatif, dan berbasis cerita.]]></description><link>https://tawazun.id/al-azhar-luncurkan-kurikulum-tajwid-baru-untuk-siswa-sekolah-dasar/</link><guid isPermaLink="false">6a7757c12a96844ae0c31629</guid><category><![CDATA[Berita]]></category><category><![CDATA[Al Quran]]></category><category><![CDATA[Pendidikan]]></category><dc:creator><![CDATA[Mu'hid Rahman]]></dc:creator><pubDate>Sat, 08 Aug 2026 17:21:42 GMT</pubDate><media:content url="https://tawazun.id/content/images/2026/08/Al-Azhar-Luncurkan-Kurikulum-Tajwid-Baru-untuk-Siswa-Sekolah-Dasar.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://tawazun.id/content/images/2026/08/Al-Azhar-Luncurkan-Kurikulum-Tajwid-Baru-untuk-Siswa-Sekolah-Dasar.jpg" alt="Al-Azhar Luncurkan Kurikulum Tajwid Baru untuk Siswa Sekolah Dasar"><p><strong>TAWAZUN.ID </strong>&#x2014;<strong> </strong>Al-Azhar meluncurkan kurikulum baru bertajuk <strong>At-Tajwid Al-Muyassar (Tajwid yang Dipermudah)</strong> sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran Al-Quran bagi siswa jenjang sekolah dasar di lingkungan Al-Azhar. Kurikulum tersebut dirancang untuk membantu peserta didik menguasai bacaan Al-Quran secara bertahap melalui pendekatan yang lebih sederhana, aplikatif, dan sesuai dengan perkembangan usia anak.</p><p>Program ini disusun oleh Direktorat Jenderal Urusan Al-Quran di bawah Sektor Ma&#x2019;had Al-Azhar setelah mendapat persetujuan dari Dewan Tertinggi Al-Azhar. Kehadirannya merupakan respons atas kebutuhan akan metode pembelajaran yang tetap berlandaskan kaidah ilmu tajwid, namun lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh siswa sejak tahun-tahun awal pendidikan.</p><p>Berbeda dari pendekatan yang selama ini lebih menekankan teori, seri <strong>At-Tajwid Al-Muyassar</strong> memprioritaskan praktik membaca Al-Quran dengan benar agar kemampuan membaca Al-Quran tumbuh secara alami sejak dini.</p><p>Setiap jenjang kelas memiliki buku tersendiri dengan jumlah materi yang disesuaikan untuk setiap semester. Penyusunan materi dilakukan secara bertahap agar siswa dapat memahami hukum-hukum tajwid tanpa merasa terbebani.</p><p>Pada kelas-kelas awal, materi tajwid juga diintegrasikan dengan pelajaran bahasa Arab yang dipelajari siswa. Topik-topik seperti adab terhadap Al-Quran, isti&#x2019;adzah, basmalah, lam syamsiyah, dan lam qamariyah diperkenalkan terlebih dahulu sebagai fondasi sebelum memasuki pembahasan hukum tajwid yang lebih rinci pada jenjang berikutnya.</p><p>Untuk membuat pembelajaran lebih menarik, Al-Azhar menggunakan pendekatan edukatif berbasis cerita. Setiap pelajaran diawali kisah seorang anak bernama <strong>Yahya</strong> yang berdialog dengan ayah atau gurunya. Melalui cerita tersebut, konsep-konsep tajwid diperkenalkan secara ringan tanpa mengurangi ketepatan ilmiahnya.</p><p>Selain itu, setiap materi dilengkapi tujuan pembelajaran yang jelas, berbagai aktivitas pengayaan, latihan praktik, dan evaluasi yang disusun berdasarkan strategi pendidikan modern. Buku-buku tersebut juga didesain dengan ilustrasi dan warna yang menarik agar sesuai dengan karakteristik peserta didik usia sekolah dasar.</p><p>Sebagai pelengkap pembelajaran, Al-Azhar juga memproduksi video animasi yang mengangkat kisah pengantar pada setiap pelajaran. Video tersebut nantinya dapat diakses oleh siswa, orang tua, dan guru melalui Platform Al-Quran Al-Azhar sehingga proses belajar dapat berlangsung secara terpadu, baik di dalam maupun di luar kelas.</p><p>Penyusunan seri <strong>At-Tajwid Al-Muyassar</strong> melibatkan tim ilmiah dan tim pendidikan yang terdiri atas dosen Fakultas Tarbiyah Universitas Al-Azhar serta para pakar ilmu tajwid dan qira&apos;at. Sebelum diterapkan, materi kurikulum ini juga melalui proses penelaahan akademik oleh Fakultas Tarbiyah, Fakultas Al-Quran di Tanta, Komite Penelaah Mushaf Al-Quran, dan Pusat Revitalisasi Warisan Keilmuan Al-Azhar guna memastikan kualitasnya dari sisi ilmiah maupun pedagogis.</p><p>Dalam rangka mempersiapkan penerapan kurikulum baru tersebut, Direktorat Jenderal Urusan Al-Quran Al-Azhar turut menyelenggarakan pelatihan menyeluruh bagi seluruh guru Al-Quran tingkat sekolah dasar agar mampu mengoptimalkan penggunaan buku dan mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.</p><hr><div class="kg-card kg-callout-card kg-callout-card-green"><div class="kg-callout-emoji">&#x1F4A1;</div><div class="kg-callout-text">Baca juga <a href="https://tawazun.id/tag/berita/">BERITA</a> terbaru atau pilih <a href="https://tawazun.id/rubrik/">ragam tulisan</a> lain di Situs Tawazun ID</div></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Rektor Al-Azhar: Majelis Hadits Menghubungkan Umat dengan Nasab Termulia kepada Nabi Muhammad]]></title><description><![CDATA[Rektor Al-Azhar menegaskan majelis hadits menghubungkan umat dengan Rasulullah ﷺ melalui sanad ilmu dan pengkajian sunnah.]]></description><link>https://tawazun.id/rektor-al-azhar-majelis-hadits-menghubungkan-umat-dengan-nasab-termulia-kepada-nabi-muhammad/</link><guid isPermaLink="false">6a6de57f2a96844ae0c315e6</guid><category><![CDATA[Berita]]></category><category><![CDATA[Cinta Rasul]]></category><category><![CDATA[Hadits]]></category><dc:creator><![CDATA[Mu'hid Rahman]]></dc:creator><pubDate>Sat, 01 Aug 2026 12:44:14 GMT</pubDate><media:content url="https://tawazun.id/content/images/2026/08/Rektor-Al-Azhar--Majelis-Hadits-Menghubungkan-Umat-dengan-Nasab-Termulia-kepada-Nabi-Muhammad.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://tawazun.id/content/images/2026/08/Rektor-Al-Azhar--Majelis-Hadits-Menghubungkan-Umat-dengan-Nasab-Termulia-kepada-Nabi-Muhammad.jpg" alt="Rektor Al-Azhar: Majelis Hadits Menghubungkan Umat dengan Nasab Termulia kepada Nabi Muhammad"><p><strong>TAWAZUN.ID &#x2014;</strong> Rektor Universitas Al-Azhar Prof. Dr. Salamah Dawud<strong> </strong>menegaskan bahwa hidupnya kembali tradisi majelis-majelis hadits di Al-Azhar merupakan karunia besar yang menghubungkan umat Islam dengan nasab paling mulia, yakni kepada Rasulullah &#xFDFA; melalui periwayatan ilmu dan pengkajian sunnah.</p><p>Pernyataan itu disampaikan Prof. Salamah Dawud saat menghadiri penutupan pembacaan dua karya monumental Imam At-Tirmidzi, <em>Al-Jami</em><em>&#x2019;</em><em> Al-Kabir</em> dan <em>Asy-Syama&apos;il Al-Muhammadiyyah</em>, di Masjid Al-Azhar, Kairo, Selasa (28/7). Kegiatan tersebut digelar di bawah naungan Imam Akbar Al-Azhar <strong>Syekh Ahmad Ath-Thayyib</strong> sebagai bagian dari tradisi majelis ilmiah yang kembali dihidupkan di lingkungan Al-Azhar.</p><p>Dalam sambutannya, Prof. Salamah menyampaikan apresiasi kepada Imam Akbar Al-Azhar yang telah menghidupkan kembali majelis-majelis keilmuan yang dahulu menjadi ciri khas Al-Azhar.</p><p>Menurutnya, kemuliaan sejati bukan hanya terletak pada penyelenggaraan sebuah kegiatan, tetapi pada upaya menghidupkan kembali tradisi ilmu yang telah melahirkan generasi ulama sepanjang sejarah.</p><p>&quot;Hakikat kemuliaan adalah menghidupkan kembali kemuliaan-kemuliaan semacam ini. Orang yang turut menghidupkannya layak disebut benar-benar hidup,&quot; ujarnya.</p><p>Ia menambahkan bahwa menghadiri majelis ilmu bersama para pakar hadits dan ulama merupakan kehormatan sekaligus keberkahan. Kehadiran dalam majelis seperti itu diharapkan menjadi sebab seseorang digolongkan bersama orang-orang yang mempelajari dan meneladani sunnah Rasulullah &#xFDFA;.</p><h3 id="membaca-syamail-untuk-mengenal-rasulullah">Membaca Syama&apos;il untuk Mengenal Rasulullah</h3><p>Dalam kesempatan tersebut, Rektor Al-Azhar menjelaskan bahwa kitab <em>Asy-Syama&apos;il Al-Muhammadiyyah</em> karya Imam At-Tirmidzi merupakan salah satu karya paling awal dan paling penting yang membahas karakter, akhlak, serta sifat-sifat Rasulullah &#xFDFA;. Ia juga menempatkan kitab tersebut sejajar dengan karya-karya klasik lain seperti <em>Asy-Syifa&apos;</em> karya Al-Qadhi &#x2018;Iyadh.</p><p>Menurutnya, orang yang membaca kitab-kitab syama&apos;il seakan dapat mengenal Rasulullah &#xFDFA; secara lebih dekat. Kitab-kitab tersebut mendokumentasikan secara rinci sifat fisik, akhlak, pakaian, makanan, minuman, hingga cara berjalan Nabi Muhammad &#xFDFA;.</p><p>Karena itu, para ulama sepanjang zaman senantiasa memuliakan dan mengambil keberkahan dari pembacaan kitab-kitab tersebut. Melalui mata rantai keilmuan itulah, kata Prof. Salamah, seorang penuntut ilmu memperoleh keterhubungan kepada &quot;nasab paling mulia&quot;, yaitu nasab kepada Rasulullah &#xFDFA; melalui sanad ilmu.</p><h3 id="ilmu-tidak-mengenal-usia">Ilmu Tidak Mengenal Usia</h3><p>Prof. Salamah juga mengingatkan bahwa semangat menuntut ilmu tidak pernah dibatasi usia.</p><p>&quot;Ilmu tidak mengenal rambut yang memutih dan tidak melemah karena usia tua. Ilmu justru berkembang seiring kuatnya tekad dan semangat seseorang,&quot; ungkapnya.</p><p>Ia menilai pembacaan kitab-kitab hadits secara mendalam di Masjid Al-Azhar&#x2014;masjid tertua sekaligus pusat keilmuan Islam&#x2014;merupakan amal yang sangat agung.</p><p>Dalam kesempatan itu, ia turut mengutip pandangan ulama hadits Ahmad Syakir yang menyatakan bahwa siapa saja yang telah mempelajari enam kitab hadits utama, ditambah <em>Musnad Ahmad</em> dan <em>Al-Muwaththa&apos;</em> karya Imam Malik, berarti telah menguasai sebagian besar khazanah sunnah Nabi.</p><p>Prof. Salamah pun mendorong para mahasiswa dan penuntut ilmu agar tidak berhenti pada pembacaan teks hadits semata, tetapi juga mendalami kitab-kitab syarah, memahami kekhasan riwayat masing-masing imam hadits, serta menelaah kandungan makna dan metodologinya.</p><h3 id="cukuplah-saya-menjadi-lembah-di-antara-dua-gunung">&quot;Cukuplah Saya Menjadi Lembah di Antara Dua Gunung&quot;</h3><p>Dalam pidatonya, Prof. Salamah juga menunjukkan sikap tawaduk di hadapan para ulama hadits.</p><p>Ia mengaku bukan ahli utama dalam bidang hadits. Saat diminta duduk di antara dua guru besar hadits Al-Azhar, Prof. Dr. Mushthafa Abu Umarah dan Prof. Dr. Shubhi Abdulfattah Rabi&#x2019;, ia sempat menolak.</p><p>&quot;Saya tidak pantas memisahkan dua gunung,&quot; tuturnya.</p><p>Ia kemudian mengutip ungkapan indah dalam bahasa Arab bahwa ruang di antara dua gunung disebut sebagai lembah.</p><p>&quot;Cukuplah saya menjadi lembah di antara dua gunung,&quot; katanya, yang disambut hangat para hadirin.</p><h3 id="menjaga-tradisi-ilmu-dan-pemahaman-sunnah">Menjaga Tradisi Ilmu dan Pemahaman Sunnah</h3><p>Menutup sambutannya, Rektor Universitas Al-Azhar mengajak para peneliti dan mahasiswa untuk memberikan perhatian serius terhadap aspek metodologi dan makna dalam syarah hadits. Menurutnya, kitab-kitab hadits bukan hanya menyimpan hukum-hukum syariat, tetapi juga mengandung adab, kedalaman bahasa, dan nilai-nilai pendidikan yang sangat luhur.</p><p>Ia berharap majelis-majelis hadits yang kembali dihidupkan di Masjid Al-Azhar dapat terus mempererat hubungan umat Islam dengan akhlak, sunnah, dan keteladanan Rasulullah &#xFDFA;.</p><p>Acara penutupan pembacaan <em>Al-Jami</em><em>&#x2019;</em><em> Al-Kabir</em> dan <em>Asy-Syama&apos;il Al-Muhammadiyyah</em> tersebut turut dihadiri Prof. Dr. Mustafa Abu Umarah, Prof. Dr. Shubhi Abdulfattah Rabi&#x2019;, Dr. Hani Audah dari Masjid Al-Azhar, serta dilengkapi penerjemahan ke bahasa isyarat oleh Dr. Mona Asyur, daiyah dari Akademi Riset Islam Al-Azhar.</p><hr><div class="kg-card kg-callout-card kg-callout-card-green"><div class="kg-callout-emoji">&#x1F4A1;</div><div class="kg-callout-text">Baca juga <a href="https://tawazun.id/tag/berita/">BERITA</a> terbaru atau pilih <a href="https://tawazun.id/rubrik/">ragam tulisan</a> lain di Situs Tawazun ID</div></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Rektor Al-Azhar: Sibawaih, Ulama Persia yang Menjadi Tokoh Besar Bahasa Arab]]></title><description><![CDATA[Sibawaih dipilih sebagai tokoh musim kedua kompetisi Ruwad Al-‘Arabiyyah. Al-Azhar menegaskan warisan ilmunya tetap relevan hingga kini.]]></description><link>https://tawazun.id/rektor-al-azhar-sibawaih-ulama-persia-yang-menjadi-tokoh-besar-bahasa-arab/</link><guid isPermaLink="false">6a623252723817586045fd02</guid><category><![CDATA[Berita]]></category><category><![CDATA[Bahasa Arab]]></category><dc:creator><![CDATA[Mu'hid Rahman]]></dc:creator><pubDate>Thu, 23 Jul 2026 15:36:50 GMT</pubDate><media:content url="https://tawazun.id/content/images/2026/07/Rektor-Al-Azhar--Sibawaih--Ulama-Persia-yang-Menjadi-Tokoh-Besar-Bahasa-Arab.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://tawazun.id/content/images/2026/07/Rektor-Al-Azhar--Sibawaih--Ulama-Persia-yang-Menjadi-Tokoh-Besar-Bahasa-Arab.jpg" alt="Rektor Al-Azhar: Sibawaih, Ulama Persia yang Menjadi Tokoh Besar Bahasa Arab"><p><strong>TAWAZUN.ID &#x2014; </strong>Rektor Universitas Al-Azhar, Prof. Dr. Salamah Dawud, menegaskan bahwa pemilihan Sibawaih sebagai tokoh pada musim kedua kompetisi <strong>Ruwad Al-</strong><strong>&#x2018;</strong><strong>Arabiyyah </strong>(Para Pelopor Bahasa Arab) merupakan bentuk penghargaan atas jasa besarnya dalam meletakkan fondasi ilmu nahwu sekaligus mengabdi kepada bahasa Arab.</p><p>Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Salamah Dawud dalam sambutannya pada penutupan musim kedua kompetisi <strong>Ruwad Al-</strong><strong>&#x2018;</strong><strong>Arabiyyah</strong>, sebuah ajang yang diselenggarakan Al-Azhar untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa Arab dan khazanah keilmuannya.</p><p>Menurutnya, Al-Azhar sejak lama menerapkan metode pembelajaran bahasa Arab secara bertahap, disesuaikan dengan usia serta kemampuan akademik para pelajar. Pendekatan ini bertujuan agar mereka mampu memahami karya-karya besar warisan ulama, terutama Al-Kitab karya Sibawaih yang menjadi salah satu kitab paling berpengaruh dalam sejarah ilmu nahwu.</p><p>Prof. Salamah menjelaskan bahwa Al-Kitab menempati kedudukan yang sangat istimewa dalam tradisi keilmuan Islam. Bahkan, para ulama klasik menjulukinya sebagai <strong>&quot;Al-Quran-nya ilmu nahwu&quot;</strong> karena keluasan pembahasan dan kedalaman metodologinya.</p><p>Ia menilai anggapan bahwa kitab tersebut sulit dipahami bukan disebabkan oleh kerumitan isi, melainkan karena disusun dengan gaya bahasa yang sesuai dengan tingkat kebahasaan masyarakat pada zamannya yang sangat tinggi.</p><div class="kg-card kg-header-card kg-width-full kg-size-small kg-style-accent" style data-kg-background-image><h2 class="kg-header-card-header" id="bahasa-arab">Bahasa Arab</h2><h3 class="kg-header-card-subheader" id="kumpulan-tulisan-terkait-bahasa-arab-dan-khazanah-ilmunya-bisa-teman-teman-temukan">Kumpulan tulisan terkait bahasa Arab dan khazanah ilmunya bisa teman-teman temukan</h3><a href="https://tawazun.id/tag/bahasa-arab/" class="kg-header-card-button">di sini</a></div><p>Dalam kesempatan itu, Rektor Universitas Al-Azhar juga menyoroti sosok Sibawaih yang meskipun berasal dari Persia, berhasil mencapai kedudukan sebagai salah satu tokoh terbesar dalam sejarah bahasa Arab.</p><p>&quot;Sibawaih memang berdarah Persia, tetapi bahasa Arab telah menyatu dengan daging dan darahnya hingga ia menjadi salah satu tokoh besarnya,&quot; ujar Prof. Salamah.</p><p>Ia menambahkan bahwa Sibawaih berhasil menyusun salah satu &quot;konstitusi&quot; terpenting bagi bahasa Arab melalui kaidah-kaidah nahwu yang dirumuskannya. Sebagai contoh, ia mengutip salah satu pernyataan Sibawaih dalam pembahasan athaf:</p><blockquote>&quot;Mengathafkan isim majrur kepada isim majrur lebih aku sukai karena mempertimbangkan hak kedekatan.&quot;</blockquote><p>Menurut Prof. Salamah, ungkapan tersebut mencerminkan kehalusan rasa bahasa, kedalaman analisis linguistik, sekaligus penguasaan Sibawaih terhadap rahasia-rahasia bahasa Arab.</p><p>Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Al-Azhar saat ini tengah menjalankan proyek besar untuk mendekatkan kitab-kitab induk warisan Islam kepada para pelajar dan peneliti melalui program <strong>Taqrib Kutub At-Turats</strong> yang dikelola oleh Majma&#x2019; Al-Buhuts Al-Islamiyyah.</p><p>Di bidang bahasa Arab, proyek tersebut diawali dengan penyusunan penjelasan atas <strong>Al-Kitab</strong> karya Sibawaih. Langkah ini diambil mengingat besarnya nilai ilmiah kitab tersebut, sekaligus untuk membantu para mahasiswa dan peneliti yang kerap menghadapi kesulitan ketika mempelajari naskah aslinya.</p><p>Sementara itu, panitia penyelenggara menetapkan Sibawaih sebagai tokoh musim kedua <strong>Ruwad Al-</strong><strong>&#x2018;</strong><strong>Arabiyyah </strong>sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya yang abadi dalam membangun ilmu nahwu dan melayani bahasa Arab. Pemilihan ini juga sejalan dengan misi kompetisi untuk memperkenalkan para pelajar kepada tokoh-tokoh besar bahasa Arab, mempererat hubungan mereka dengan warisan intelektual Islam, serta menumbuhkan kebanggaan terhadap bahasa Al-Quran.</p><hr><div class="kg-card kg-callout-card kg-callout-card-green"><div class="kg-callout-emoji">&#x1F4A1;</div><div class="kg-callout-text">Baca juga <a href="https://tawazun.id/tag/berita/">BERITA</a> terbaru atau pilih <a href="https://tawazun.id/rubrik/">ragam tulisan</a> lain di Situs Tawazun ID</div></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Mufti Mesir: Syubhat terhadap Shahih Al-Bukhari Bertujuan Melemahkan Otoritas Sunnah]]></title><description><![CDATA[Di Konferensi Imam Al-Bukhari, Mufti Mesir mengingatkan bahwa syubhat terhadap Shahih Al-Bukhari menyasar kedudukan sunnah Nabi.]]></description><link>https://tawazun.id/mufti-mesir-syubhat-terhadap-shahih-al-bukhari-bertujuan-melemahkan-otoritas-sunnah/</link><guid isPermaLink="false">6a5f7836e2b447397d30a53e</guid><category><![CDATA[Berita]]></category><category><![CDATA[Hadits]]></category><category><![CDATA[Cinta Rasul]]></category><dc:creator><![CDATA[Mu'hid Rahman]]></dc:creator><pubDate>Tue, 21 Jul 2026 14:02:38 GMT</pubDate><media:content url="https://tawazun.id/content/images/2026/07/Mufti-Mesir--Syubhat-terhadap-Shahih-Al-Bukhari-Bertujuan-Melemahkan-Otoritas-Sunnah.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://tawazun.id/content/images/2026/07/Mufti-Mesir--Syubhat-terhadap-Shahih-Al-Bukhari-Bertujuan-Melemahkan-Otoritas-Sunnah.jpg" alt="Mufti Mesir: Syubhat terhadap Shahih Al-Bukhari Bertujuan Melemahkan Otoritas Sunnah"><p><strong>TAWAZUN.ID &#x2014; </strong>Mufti Republik Arab Mesir Syekh Dr. Nazhir Muhammad &#x2018;Ayyad menegaskan bahwa berbagai syubhat yang diarahkan kepada <em>Shahih Al-Bukhari</em> pada hakikatnya bukan sekadar kritik terhadap sebuah kitab hadits, melainkan upaya untuk melemahkan kedudukan sunnah Nabi sebagai sumber legislasi (<em>tasyri</em><em>&#x2019;</em>) dalam Islam.</p><p>Pernyataan tersebut disampaikan Dr. Nazhir saat menjadi pembicara dalam Konferensi Ilmiah Internasional bertajuk &quot;Al-Jami<strong>&#x2019;</strong> Al-Musnad Ash-Shahih karya Imam Al-Bukhari: Kitab Umat&quot;, yang diselenggarakan oleh Organisasi Dunia Islam untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (ICESCO) bekerja sama dengan Pusat Peradaban Islam di Tashkent serta Pusat Penelitian Internasional Imam Al-Bukhari, di Samarkand, Uzbekistan.</p><p>Konferensi yang berlangsung di bawah naungan Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev itu mempertemukan para ulama, akademisi, dan pakar hadits dari berbagai negara untuk membahas warisan ilmiah Imam Al-Bukhari serta relevansinya dalam menjawab tantangan pemikiran kontemporer.</p><p>Dalam sesi ilmiah mengenai Imam Al-Bukhari yang digelar pada Kamis (9/7/2026), Mufti Mesir mengatakan bahwa mengkaji warisan Imam Al-Bukhari di tanah kelahirannya memiliki makna ilmiah dan peradaban yang sangat mendalam. Menurutnya, hal itu merupakan bentuk penghormatan kepada para ulama yang mengabdikan seluruh hidup mereka untuk menjaga dan melayani sunnah Rasulullah.</p><p>Ia menegaskan bahwa <em>Shahih Al-Bukhari</em> kini tidak lagi hanya dipandang sebagai kitab hadits yang dipelajari di berbagai majelis ilmu. Lebih dari itu, kitab tersebut telah menjadi warisan kemanusiaan sekaligus representasi dari sebuah metodologi keilmuan yang utuh.</p><p>Dr. Nazhir menjelaskan bahwa karya monumental Imam Al-Bukhari bukan sekadar himpunan hadits, melainkan manifestasi nyata dari tradisi sanad dan verifikasi ilmiah yang menjadi ciri khas peradaban Islam.</p><p>Menurutnya, umat Islam membangun tradisi keilmuan di atas prinsip ketelitian, kritik ilmiah, dan proses verifikasi yang ketat, bukan sekadar menerima serta menukil informasi tanpa penelitian. Karena itu, penghormatan terhadap <em>Shahih Al-Bukhari</em> sejatinya merupakan penghormatan terhadap metodologi ilmiah yang telah menanamkan budaya dokumentasi, menjaga integritas ilmu pengetahuan, serta memelihara sumber-sumber syariat Islam selama berabad-abad.</p><p>Menanggapi berbagai syubhat yang belakangan diarahkan kepada <em>Shahih Al-Bukhari</em>, Mufti Mesir menilai bahwa sasaran utamanya adalah otoritas sunnah Nabi sebagai landasan hukum Islam.</p><p>Ia pun mengajak para ulama dan lembaga-lembaga keilmuan Islam untuk menghadirkan khazanah tersebut dengan pendekatan yang sesuai dengan perkembangan zaman, sekaligus menjelaskan landasan metodologinya melalui argumentasi ilmiah yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.</p><p>Menutup pidatonya, Syekh Dr. Nazhir Muhammad &#x2018;Ayyad memberikan apresiasi kepada ICESCO dan Pemerintah Uzbekistan atas berbagai upaya mereka dalam menghidupkan kembali warisan keilmuan Imam Al-Bukhari melalui penyelenggaraan konferensi ilmiah, penelitian, tahqiq manuskrip, serta penerbitan karya-karya ilmiah yang berkaitan dengan ilmu hadits.</p><hr><div class="kg-card kg-callout-card kg-callout-card-green"><div class="kg-callout-emoji">&#x1F4A1;</div><div class="kg-callout-text">Baca juga <a href="https://tawazun.id/tag/berita/">BERITA</a> terbaru atau pilih <a href="https://tawazun.id/rubrik/">ragam tulisan</a> lain di Situs Tawazun ID</div></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Al-Azhar Dirikan Institut Kaligrafi Arab dan Ornamen Islam, Siapkan Generasi Ahli Seni Warisan Islam]]></title><description><![CDATA[Institut Kaligrafi Arab dan Ornamen Islam segera hadir di Al-Azhar, memadukan pendidikan akademik dan praktik untuk melahirkan generasi ahli.]]></description><link>https://tawazun.id/al-azhar-dirikan-institut-kaligrafi-arab-dan-ornamen-islam-siapkan-generasi-ahli-seni-warisan-islam/</link><guid isPermaLink="false">6a5dfc51e2b447397d30a4d5</guid><category><![CDATA[Berita]]></category><category><![CDATA[Pendidikan]]></category><dc:creator><![CDATA[Mu'hid Rahman]]></dc:creator><pubDate>Mon, 20 Jul 2026 11:04:25 GMT</pubDate><media:content url="https://tawazun.id/content/images/2026/07/Al-Azhar-Dirikan-Institut-Kaligrafi-Arab-dan-Ornamen-Islam--Siapkan-Generasi-Ahli-Seni-Warisan-Islam.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<img src="https://tawazun.id/content/images/2026/07/Al-Azhar-Dirikan-Institut-Kaligrafi-Arab-dan-Ornamen-Islam--Siapkan-Generasi-Ahli-Seni-Warisan-Islam.jpg" alt="Al-Azhar Dirikan Institut Kaligrafi Arab dan Ornamen Islam, Siapkan Generasi Ahli Seni Warisan Islam"><p><strong>TAWAZUN.ID &#x2014; </strong>Al-Azhar resmi menyetujui pendirian <strong>Institut Al-Azhar untuk Kaligrafi Arab dan Ornamen Islam</strong> sebagai bagian dari pengembangan pendidikan vokasi (<em>ta&#x2019;lim nau&#x2019;i</em>) di bawah Sektor Ma&#x2019;had Al-Azhar. Keputusan tersebut ditetapkan dalam rapat Dewan Tertinggi Al-Azhar yang dipimpin langsung oleh Imam Akbar Al-Azhar Syekh Ahmad Ath-Thayyib.</p><p>Pendirian institut ini merupakan bagian dari upaya Al-Azhar menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi akademik sekaligus keterampilan praktis di bidang kaligrafi Arab dan seni ornamen Islam. Melalui lembaga tersebut, Al-Azhar berharap dapat menghidupkan kembali salah satu warisan seni Islam yang paling berharga, menjaga khazanah peradaban umat, serta menanamkan apresiasi terhadap nilai-nilai estetika Islam kepada generasi muda.</p><p>Berdasarkan keputusan tersebut, masa studi reguler di institut berlangsung selama 3 tahun. Lulusan akan memperoleh ijazah pendidikan teknik tingkat menengah di bidang kaligrafi Arab dan ornamen Islam. Sementara itu, pelajar yang berprestasi diberi kesempatan melanjutkan pendidikan selama 2 tahun tambahan untuk memperoleh sertifikat spesialisasi yang setara dengan pendidikan diploma tingkat lanjut.</p><p>Institut ini menerima lulusan jenjang <strong>i&#x2019;dadiyah Al-Azhar</strong> (SMP) atau yang sederajat. Proses penerimaan dilakukan melalui seleksi berupa ujian tertulis, ujian lisan, serta wawancara.</p><h3 id="persiapan-kurikulum-dan-tenaga-pengajar">Persiapan Kurikulum dan Tenaga Pengajar</h3><p>Kepala Sektor Ma&#x2019;had Al-Azhar Syekh Dr. Ahmad Asy-Syarqawi menjelaskan bahwa Dewan Tertinggi Al-Azhar juga telah menyetujui pembahasan regulasi pelaksanaan institut tersebut. Saat ini, berbagai komite teknis tengah menyusun kurikulum pembelajaran sekaligus menetapkan standar pemilihan tenaga pengajar yang sesuai dengan kebutuhan institut.</p><p>Selain itu, Al-Azhar juga berencana membangun kemitraan dengan berbagai lembaga yang bergerak di bidang kaligrafi Arab dan pelestarian warisan Islam. Beragam lokakarya dan pelatihan praktis dalam berbagai cabang seni kaligrafi juga akan diselenggarakan untuk memperkuat kompetensi para mahasiswa.</p><p>Asy-Syarqawi menambahkan bahwa dalam waktu dekat Al-Azhar akan mengumumkan tahapan administratif dan jadwal resmi pembukaan institut tersebut. Tahap awal, institut akan dibuka di Provinsi Kairo, sebelum secara bertahap diperluas ke sejumlah provinsi lain di Mesir.</p><h3 id="melestarikan-identitas-peradaban-islam">Melestarikan Identitas Peradaban Islam</h3><p>Menurut Asy-Syarqawi, pendirian Institut Al-Azhar untuk Kaligrafi Arab dan Ornamen Islam mencerminkan komitmen Al-Azhar dalam menjaga identitas Arab dan Islam melalui pelestarian seni kaligrafi dan ornamen Islam sebagai bagian penting dari warisan budaya dan peradaban.</p><p>Ia menjelaskan bahwa sistem pendidikan di institut ini akan menggabungkan pembelajaran teori dan praktik dengan pendekatan pendidikan modern serta bimbingan dari para pakar di bidangnya. Lulusan diharapkan mampu menjadi tenaga profesional yang tidak hanya menguasai seni kaligrafi, tetapi juga berperan dalam menyebarluaskan budaya kaligrafi Arab, mengikuti berbagai kompetisi dan pameran di tingkat nasional maupun internasional, serta berkontribusi dalam menjaga dan mengembangkan warisan seni Islam bagi generasi mendatang.</p><hr><div class="kg-card kg-callout-card kg-callout-card-green"><div class="kg-callout-emoji">&#x1F4A1;</div><div class="kg-callout-text">Baca juga <a href="https://tawazun.id/tag/berita/">BERITA</a> terbaru atau pilih <a href="https://tawazun.id/rubrik/">ragam tulisan</a> lain di Situs Tawazun ID</div></div>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Kedermawanan adalah Bagian dari Akhlak Nabi]]></title><description><![CDATA[Syekh Ali Jumu'ah menegaskan, kedermawanan adalah bagian dari akhlak Nabi SAW. Memberi dengan ikhlas mencerminkan keimanan dan ketulusan.]]></description><link>https://tawazun.id/kedermawanan-adalah-bagian-dari-akhlak-nabi/</link><guid isPermaLink="false">69bcfcd3300fe07b116875b7</guid><category><![CDATA[Video]]></category><category><![CDATA[Akhlak]]></category><category><![CDATA[Cinta Rasul]]></category><dc:creator><![CDATA[Aji Nasrullah]]></dc:creator><pubDate>Fri, 20 Mar 2026 07:56:30 GMT</pubDate><media:content url="https://tawazun.id/content/images/2026/03/Kedermawanan-adalah-Bagian-dari-Akhlak-Nabi.png" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<!--kg-card-begin: html--><img src="https://tawazun.id/content/images/2026/03/Kedermawanan-adalah-Bagian-dari-Akhlak-Nabi.png" alt="Kedermawanan adalah Bagian dari Akhlak Nabi"><p class="u-drop-cap-small">Dalam Islam, kedermawanan bukan sekadar tindakan sosial, tetapi bagian dari akhlak mulia yang diwariskan Nabi SAW. Memberi dengan ikhlas, murah hati, dan dermawan adalah ciri khas kenabian yang membentuk karakter seorang mukmin.</p><!--kg-card-end: html--><p>Syekh Ali Jumu&apos;ah menjelaskan bahwa sifat suka memberi dan murah hati merupakan bagian dari akhlak Nabi SAW. Seseorang pernah mendatangi Sayidina Ali, memohon sesuatu. Sayidina Ali memberikan kurma atau seperempat dirham, namun orang itu merasa sedikit dan bertanya, &#x201C;Apa ini?&#x201D; </p><p>Tanpa ragu, Sayidina Ali masuk ke rumah untuk mencari sesuatu yang lain. Ia hanya menemukan baju besi miliknya, lalu diberikan kepada orang tersebut dengan tulus: &#x201C;Ambil ini, aku tidak punya yang lain.&#x201D; Orang itu tercengang dan mengekspresikan rasa syukurnya dengan dua bait puisi, &#x201C;Rasa syukurku tak sebanding dengan pemberianmu. Namun aku terlah berusaha semampuku menyampaikannya. Nikmatmu telah membuatku memberi tiga hal padamu; tanganku, lisanku, dan hati yang tersembunyi dalam dada&#x201D; artinya dia tidak tahu bagaimana harus berterimakasih kepada Sayidina Ali.</p><figure class="kg-card kg-embed-card kg-card-hascaption"><iframe width="113" height="200" src="https://www.youtube.com/embed/I0Y9fTf78sA?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen title="Kedermawanan adalah Bagian dari Akhlak Nabi"></iframe><figcaption>VIDEO Syekh Ali Jumu&apos;ah</figcaption></figure><hr><div class="kg-card kg-callout-card kg-callout-card-green"><div class="kg-callout-emoji">&#x1F4A1;</div><div class="kg-callout-text">Simak terjemahan lain di kanal YouTube <strong><a href="https://www.youtube.com/@tawazun_id?ref=tawazun-id">Tawazun ID</a> </strong>dan <em>Subscribe</em> untuk mengikuti update terkini.</div></div><figure class="kg-card kg-image-card"><img src="https://tawazun.id/content/images/2024/11/banner-web-tawazun-id-oiaa-indonesia.jpg" class="kg-image" alt="Kedermawanan adalah Bagian dari Akhlak Nabi" loading="lazy" width="2000" height="667" srcset="https://tawazun.id/content/images/size/w600/2024/11/banner-web-tawazun-id-oiaa-indonesia.jpg 600w, https://tawazun.id/content/images/size/w1000/2024/11/banner-web-tawazun-id-oiaa-indonesia.jpg 1000w, https://tawazun.id/content/images/size/w1600/2024/11/banner-web-tawazun-id-oiaa-indonesia.jpg 1600w, https://tawazun.id/content/images/size/w2400/2024/11/banner-web-tawazun-id-oiaa-indonesia.jpg 2400w" sizes="(min-width: 720px) 720px"></figure>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Jangan Menyebar Rahasia Orang Lain]]></title><description><![CDATA[Syekh Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi menegaskan, jangan menyebar rahasia orang lain, karena hal itu merusak reputasi dan menghalangi kebaikan.]]></description><link>https://tawazun.id/jangan-menyebar-rahasia-orang-lain/</link><guid isPermaLink="false">69bcfb7c300fe07b1168758f</guid><category><![CDATA[Video]]></category><category><![CDATA[Akhlak]]></category><category><![CDATA[Islamuna]]></category><dc:creator><![CDATA[Aji Nasrullah]]></dc:creator><pubDate>Fri, 20 Mar 2026 07:52:31 GMT</pubDate><media:content url="https://tawazun.id/content/images/2026/03/Jangan-Menyebar-Rahasia-Orang-Lain.png" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<!--kg-card-begin: html--><img src="https://tawazun.id/content/images/2026/03/Jangan-Menyebar-Rahasia-Orang-Lain.png" alt="Jangan Menyebar Rahasia Orang Lain"><p class="u-drop-cap-small">Dalam interaksi sosial, satu kesalahan kecil bisa merusak reputasi seseorang secara besar-besaran. Islam menekankan pentingnya menjaga amanah informasi dan rahasia orang lain, karena menyebarkan keburukan yang tersembunyi membawa dampak yang sangat buruk.</p><!--kg-card-end: html--><p>Syekh Muhammad Mutawalli Asy-Sya&#x2019;rawi menjelaskan bahwa tidak ada yang lebih buruk dari seorang yang mengetahui keburukan orang lain lalu menyebarkannya. Dampaknya jauh lebih besar daripada keburukan itu sendiri. </p><p>Mengapa demikian? Jika orang yang dibicarakan adalah pribadi terhormat, pendapatnya didengar, atau ditakuti, maka menyebarkan keburukannya justru menghapus kebaikan yang selama ini melekat padanya. Dengan kata lain, penyebaran keburukan menutup peluang masyarakat untuk merasakan manfaat dari kebaikan orang tersebut. </p><p>Syekh Muhammad Mutawalli Asy-Sya&#x2019;rawi &#xA0;mengingatkan, mencari keburukan orang lain dan menyebarkannya bukan hanya merusak reputasi, tapi juga menghalangi aliran kebaikan dalam masyarakat. Karena itu muncul nasihat bijak: &#x201C;Ambillah ilmuku, tapi jangan bersandar pada amal perbuatanku!&#x201D; artinya ilmu bisa dipelajari, tapi menilai seseorang hanya dari kesalahan tersembunyi adalah keliru.</p><figure class="kg-card kg-embed-card kg-card-hascaption"><iframe width="113" height="200" src="https://www.youtube.com/embed/NJX18LJSSXk?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen title="Jangan Menyebar Rahasia Orang Lain"></iframe><figcaption>VIDEO Syekh Muhammad Mutawalli Asy-Sya&#x2019;rawi</figcaption></figure><hr><div class="kg-card kg-callout-card kg-callout-card-green"><div class="kg-callout-emoji">&#x1F4A1;</div><div class="kg-callout-text">Simak terjemahan lain di kanal YouTube <strong><a href="https://www.youtube.com/@tawazun_id?ref=tawazun-id">Tawazun ID</a> </strong>dan <em>Subscribe</em> untuk mengikuti update terkini.</div></div><figure class="kg-card kg-image-card"><img src="https://tawazun.id/content/images/2024/11/banner-web-tawazun-id-oiaa-indonesia.jpg" class="kg-image" alt="Jangan Menyebar Rahasia Orang Lain" loading="lazy" width="2000" height="667" srcset="https://tawazun.id/content/images/size/w600/2024/11/banner-web-tawazun-id-oiaa-indonesia.jpg 600w, https://tawazun.id/content/images/size/w1000/2024/11/banner-web-tawazun-id-oiaa-indonesia.jpg 1000w, https://tawazun.id/content/images/size/w1600/2024/11/banner-web-tawazun-id-oiaa-indonesia.jpg 1600w, https://tawazun.id/content/images/size/w2400/2024/11/banner-web-tawazun-id-oiaa-indonesia.jpg 2400w" sizes="(min-width: 720px) 720px"></figure>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Berpikir Sebelum Berbicara]]></title><description><![CDATA[Berpikir sebelum berbicara adalah hal yang sangat penting. Karena setiap ucapan tercatat dan menentukan arah akhir manusia.]]></description><link>https://tawazun.id/berpikir-sebelum-berbicara/</link><guid isPermaLink="false">69bcfa4d300fe07b11687568</guid><category><![CDATA[Video]]></category><category><![CDATA[Pemikiran]]></category><category><![CDATA[Opini]]></category><dc:creator><![CDATA[Aji Nasrullah]]></dc:creator><pubDate>Fri, 20 Mar 2026 07:46:53 GMT</pubDate><media:content url="https://tawazun.id/content/images/2026/03/Berpikir-Sebelum-Berbicara.png" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<!--kg-card-begin: html--><img src="https://tawazun.id/content/images/2026/03/Berpikir-Sebelum-Berbicara.png" alt="Berpikir Sebelum Berbicara"><p class="u-drop-cap-small">Dalam kehidupan sehari-hari, ucapan sering dianggap sepele. Padahal dalam Islam, setiap kata yang keluar dari lisan memiliki konsekuensi besar.</p><!--kg-card-end: html--><p>Syekh Ahmad Ath-Thayyib menjelaskan bahwa seorang muslim yang beriman dituntut untuk berpikir matang sebelum berbicara. Tidak ada satu perkataan pun yang luput dari pengawasan malaikat pencatat, sebagaimana firman Allah: &#x201C;Dan Kami mempunyai malaikat-malaikat pencatat, yang selalu mencatat amal perbuatan manusia&#x201D; (QS. Qaf: 18). </p><p>Nilai sebuah ucapan sangatlah berat. Dalam hadits disebutkan bahwa seseorang yang mengucapkan kalimat yang membuat Allah murka, walaupun tanpa sadar, bisa menjerumuskannya ke neraka selama tujuh puluh tahun. Ini menunjukkan betapa seriusnya konsekuensi lisan bagi kehidupan seorang hamba. </p><p>Syekh Ahmad Ath-Thayyib menegaskan, lisan bukan sekadar alat komunikasi; ia adalah &#x201C;hasil panen&#x201D; yang menentukan arah akhir manusia. Banyak manusia tersungkur ke dalam neraka karena kelalaian dalam mengontrol kata-kata mereka.</p><figure class="kg-card kg-embed-card kg-card-hascaption"><iframe width="113" height="200" src="https://www.youtube.com/embed/5C4UK0nfQo0?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen title="Berpikir Sebelum Berbicara"></iframe><figcaption>VIDEO Syekh Ahmad Ath-Thayyib</figcaption></figure><hr><div class="kg-card kg-callout-card kg-callout-card-green"><div class="kg-callout-emoji">&#x1F4A1;</div><div class="kg-callout-text">Simak terjemahan lain di kanal YouTube <strong><a href="https://www.youtube.com/@tawazun_id?ref=tawazun-id">Tawazun ID</a> </strong>dan <em>Subscribe</em> untuk mengikuti update terkini.</div></div><figure class="kg-card kg-image-card"><img src="https://tawazun.id/content/images/2024/11/banner-web-tawazun-id-oiaa-indonesia.jpg" class="kg-image" alt="Berpikir Sebelum Berbicara" loading="lazy" width="2000" height="667" srcset="https://tawazun.id/content/images/size/w600/2024/11/banner-web-tawazun-id-oiaa-indonesia.jpg 600w, https://tawazun.id/content/images/size/w1000/2024/11/banner-web-tawazun-id-oiaa-indonesia.jpg 1000w, https://tawazun.id/content/images/size/w1600/2024/11/banner-web-tawazun-id-oiaa-indonesia.jpg 1600w, https://tawazun.id/content/images/size/w2400/2024/11/banner-web-tawazun-id-oiaa-indonesia.jpg 2400w" sizes="(min-width: 720px) 720px"></figure>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Wirid bagi Penuntut Ilmu adalah Belajar]]></title><description><![CDATA[Syekh Ali Jumu'ah menegaskan, bagi penuntut ilmu, belajar dengan sungguh-sungguh adalah wirid hakiki dan bentuk ibadah yang mulia.]]></description><link>https://tawazun.id/wirid-bagi-penuntut-ilmu-adalah-belajar/</link><guid isPermaLink="false">69bcf82f300fe07b11687538</guid><category><![CDATA[Video]]></category><category><![CDATA[Akhlak]]></category><category><![CDATA[Islamuna]]></category><dc:creator><![CDATA[Aji Nasrullah]]></dc:creator><pubDate>Fri, 20 Mar 2026 07:41:11 GMT</pubDate><media:content url="https://tawazun.id/content/images/2026/03/Wirid-bagi-Penuntut-Ilmu-adalah-Belajar-1.png" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<!--kg-card-begin: html--><img src="https://tawazun.id/content/images/2026/03/Wirid-bagi-Penuntut-Ilmu-adalah-Belajar-1.png" alt="Wirid bagi Penuntut Ilmu adalah Belajar"><p class="u-drop-cap-small">Dalam tradisi Islam, wirid atau dzikir sering dipahami sebagai rangkaian doa dan bacaan tertentu. Namun bagi penuntut ilmu, ada bentuk wirid yang lebih hakiki: belajar itu sendiri.</p><!--kg-card-end: html--><p>Syekh Ali Jumu&apos;ah menjelaskan bahwa bagi seorang penuntut ilmu, wirid terpenting adalah menekuni pelajaran dengan sungguh-sungguh. Jika seseorang berada di Al-Azhar dan mempelajari nahwu, sharf, balaghah, atau disiplin ilmu lainnya, maka keberhasilan dalam belajar itulah wirid yang paling utama. </p><p>Hal ini ditegaskan melalui kisah Nabi SAW. Suatu ketika beliau memasuki masjid dan menjumpai dua halakah: satu kelompok berdzikir kepada Allah, dan kelompok lain mempelajari ilmu. Nabi SAW bersabda, &#x201C;Mereka berada dalam kebaikan dan mereka juga dalam kebaikan. Aku diutus tiada lain untuk menjadi pengajar.&#x201D; Nabi kemudian bergabung dengan halakah keilmuan, menunjukkan bahwa menuntut ilmu sejatinya merupakan ibadah yang sangat mulia. </p><p>Bagi penuntut ilmu yang tulus, belajar adalah bentuk penghambaan, cara mendekatkan diri kepada Allah, dan sarana keberkahan yang mengalir melalui sanad keilmuan. Dengan tekad dan ketekunan, setiap jam belajar menjadi wirid yang menghidupkan jiwa dan menuntun pada manfaat dunia dan akhirat.</p><figure class="kg-card kg-embed-card kg-card-hascaption"><iframe width="113" height="200" src="https://www.youtube.com/embed/JsNEVC1Afw0?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen title="Wirid Untuk Penuntut Ilmu"></iframe><figcaption>VIDEO Syekh Ali Jumu&apos;ah</figcaption></figure><hr><div class="kg-card kg-callout-card kg-callout-card-green"><div class="kg-callout-emoji">&#x1F4A1;</div><div class="kg-callout-text">Simak terjemahan lain di kanal YouTube <strong><a href="https://www.youtube.com/@tawazun_id?ref=tawazun-id">Tawazun ID</a> </strong>dan <em>Subscribe</em> untuk mengikuti update terkini.</div></div><figure class="kg-card kg-image-card"><img src="https://tawazun.id/content/images/2024/11/banner-web-tawazun-id-oiaa-indonesia.jpg" class="kg-image" alt="Wirid bagi Penuntut Ilmu adalah Belajar" loading="lazy" width="2000" height="667" srcset="https://tawazun.id/content/images/size/w600/2024/11/banner-web-tawazun-id-oiaa-indonesia.jpg 600w, https://tawazun.id/content/images/size/w1000/2024/11/banner-web-tawazun-id-oiaa-indonesia.jpg 1000w, https://tawazun.id/content/images/size/w1600/2024/11/banner-web-tawazun-id-oiaa-indonesia.jpg 1600w, https://tawazun.id/content/images/size/w2400/2024/11/banner-web-tawazun-id-oiaa-indonesia.jpg 2400w" sizes="(min-width: 720px) 720px"></figure><p></p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Jangan Samakan Ilmu dengan Sekadar Informasi]]></title><description><![CDATA[Syekh Ali Jumu'ah menegaskan, ilmu berbeda dari sekadar informasi. Ilmu  membutuhkan ketakwaan, guru, dan perjalanan spiritual yang terstruktur.]]></description><link>https://tawazun.id/jangan-samakan-ilmu-dengan-sekadar-informasi/</link><guid isPermaLink="false">69bcf6b2300fe07b11687512</guid><category><![CDATA[Video]]></category><category><![CDATA[Islamuna]]></category><category><![CDATA[Akhlak]]></category><dc:creator><![CDATA[Aji Nasrullah]]></dc:creator><pubDate>Fri, 20 Mar 2026 07:32:16 GMT</pubDate><media:content url="https://tawazun.id/content/images/2026/03/Jangan-Samakan-Ilmu-dengan-Sekadar-Informasi.png" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<!--kg-card-begin: html--><img src="https://tawazun.id/content/images/2026/03/Jangan-Samakan-Ilmu-dengan-Sekadar-Informasi.png" alt="Jangan Samakan Ilmu dengan Sekadar Informasi"><p class="u-drop-cap-small">Di era informasi yang serba cepat, banyak orang keliru menganggap mengetahui banyak fakta atau data sama dengan memiliki ilmu. Padahal, keduanya berbeda secara mendasar.</p><!--kg-card-end: html--><p>Syekh Ali Jumu&apos;ah menegaskan bahwa seseorang bisa mengetahui ratusan informasi, tetapi itu tidak menjadikannya seorang alim. Mengapa? Sebab ilmu bukan sekadar kumpulan fakta. Ilmu adalah sistem, pendidikan, dan pengalaman spiritual yang terstruktur. </p><p>Ilmu membutuhkan ketakwaan dan pertemuan langsung dengan guru. Di dalamnya tersimpan silsilah yang menghubungkan penuntut ilmu dengan Nabi SAW, sehingga barakah mengalir dari satu generasi ke generasi berikutnya. Tanpa keterhubungan ini, ilmu kehilangan esensinya. </p><p>Selain itu, hubungan dengan Allah menjadi fondasi utama. Tanpa keimanan dan ketakwaan yang kokoh, apa yang dimiliki hanyalah informasi kosong tanpa keberkahan. </p><p>Dengan kata lain, mengetahui fakta bukan berarti menguasai ilmu. Ilmu adalah perjalanan, pendidikan, dan transformasi jiwa. Informasi bisa dimiliki siapa saja, tapi ilmu lah yang membimbing seseorang menjadi benar-benar alim dan membawa manfaat bagi diri sendiri serta umat.</p><figure class="kg-card kg-embed-card kg-card-hascaption"><iframe width="113" height="200" src="https://www.youtube.com/embed/bEGQVavMbxk?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen title="Jangan Samakan Ilmu dan Informasi"></iframe><figcaption>VIDEO Syekh Ali Jumu&apos;ah</figcaption></figure><hr><div class="kg-card kg-callout-card kg-callout-card-green"><div class="kg-callout-emoji">&#x1F4A1;</div><div class="kg-callout-text">Simak terjemahan lain di kanal YouTube <strong><a href="https://www.youtube.com/@tawazun_id?ref=tawazun-id">Tawazun ID</a> </strong>dan <em>Subscribe</em> untuk mengikuti update terkini.</div></div><figure class="kg-card kg-image-card"><img src="https://tawazun.id/content/images/2024/11/banner-web-tawazun-id-oiaa-indonesia.jpg" class="kg-image" alt="Jangan Samakan Ilmu dengan Sekadar Informasi" loading="lazy" width="2000" height="667" srcset="https://tawazun.id/content/images/size/w600/2024/11/banner-web-tawazun-id-oiaa-indonesia.jpg 600w, https://tawazun.id/content/images/size/w1000/2024/11/banner-web-tawazun-id-oiaa-indonesia.jpg 1000w, https://tawazun.id/content/images/size/w1600/2024/11/banner-web-tawazun-id-oiaa-indonesia.jpg 1600w, https://tawazun.id/content/images/size/w2400/2024/11/banner-web-tawazun-id-oiaa-indonesia.jpg 2400w" sizes="(min-width: 720px) 720px"></figure><p></p>]]></content:encoded></item></channel></rss>