Skip to content

Apakah Bisikan Hati dan Waswas Dimintai Pertanggungjawaban?

Seseorang bertanya tentang bisikan-bisikan yang muncul di dalam hati dan pikirannya. Syekh Ahmad Ath-Thayyib memberikan jawaban untuk soalan ini.

FOTO Ilustrasi (Unsplash/Masjidmpd)
FOTO Ilustrasi (Unsplash/Masjidmpd)

Pertanyaan:
Bagaimana pendapat Anda mengenai bisikan-bisikan yang muncul di dalam hati atau mengembara dalam pikiran seseorang, yang itu berhubungan dengan akidah dan perkara gaib? Apakah Allah taala akan meminta pertanggungjawaban mereka? Dari mana asalnya bisikan itu, apakah dari iblis atau nafsu?

Rasulullah

Kumpulan tulisan dengan spirit kecintaan kepada Rasulullah SAW dapat teman-teman temukan

di sini

Jawaban:
Waswas dan pikiran buruk yang dilemparkan setan ke dalam hati anak cucu Adam tidak diminta pertanggungjawaban oleh Allah selama tidak berubah menjadi sebuah perbuatan yang buruk. Di sini, nafsu juga berperan dalam menghembuskan pikiran buruk ke dalam sanubari manusia, sebagaimana firman Allah taala:

﴿ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ ۢ بِالسُّوْۤءِ ﴾ [سورة يوسف: ٥٣]

“… Sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan ….” [Surah Yusuf: 53].

Allah taala telah menjamin hamba-hamba-Nya yang beriman sebuah perlindungan dari setan dan gangguannya yang menyesatkan, serta setan tidak mempunyai otoritas atas mereka. Allah telah memerintahkan kita untuk meminta perlindungan kepada-Nya (taawuz) dari setan di saat-saat seperti ini.


💡
Artikel FATWA ini diterjemahkan dari buku Syekh Ahmad Ath-Thayyib berjudul Min Dafatiri Al-Qadimah, oleh Amirul Mukminin

Latest