Syekh Ali Jumu'ah menjelaskan makna mendalam dari doa istri Firaun ketika ia berkata, “Tuhanku, buatkan aku, di sisi-Mu, rumah di surga.”
Para ahli tafsir menyoroti urutan kalimatnya: “buatkan aku, di sisi-Mu rumah”, bukan “rumah di sisi-Mu”. Hal ini menunjukkan bahwa ia mendahulukan tetangga sebelum rumah.
Prinsip ini selaras dengan pepatah: “Periksalah tetangga sebelum rumah” dan “Rumah tergantung oleh tetangganya.” Artinya, nilai sebuah rumah atau kualitas hidup seseorang sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan tetangga di sekitarnya.
Islam mengajarkan pentingnya menjaga hubungan sosial, karena keberkahan rumah dan kehidupan seringkali ditentukan oleh kualitas interaksi dengan orang-orang di sekitar kita.
