Skip to content

Viral Pidato Wisuda, Mahasiswi Indonesia Raih Apresiasi dan Beasiswa dari Syekhul-Azhar

Mahasiswi Indonesia berprestasi di Al-Azhar viral usai pidato wisuda, hingga mendapat beasiswa magister dari Syekhul-Azhar.

FOTO Mahasisiwi Indonesia bertemu Imam Akbar di Masyakhah Al-Azhar, Kairo. (Al-Azhar)
FOTO Mahasisiwi Indonesia bertemu Imam Akbar di Masyakhah Al-Azhar, Kairo. (Al-Azhar)

TAWAZUN.ID — Seorang mahasiswi asal Sumatera Barat mencuri perhatian publik Mesir pada momen wisuda Universitas Al-Azhar. Ia dipercaya menyampaikan sambutan resmi mewakili mahasiswi mancanegara, sekaligus diumumkan sebagai salah satu lulusan berprestasi terbaik pada angkatannya.

Dalam pidatonya, ia menyampaikan ungkapan syukur atas perjalanan studinya di Al-Azhar. Tutur katanya yang tenang, tulus, dan sarat makna menggambarkan kecintaan mendalam kepada kampus Islam tertua di dunia tersebut. Sambutan itu menyentuh para thalib, masyayikh, dosen, serta hadirin yang hadir.

Video pidatonya kemudian beredar luas di media sosial dan ditonton jutaan kali. Dalam waktu singkat, namanya menjadi perbincangan hangat di berbagai platform digital.

Perhatian publik tersebut turut mengundang liputan media-media arus utama Mesir. Sejumlah media mewawancarainya, mengangkat kisah ketekunan, perjuangan akademik, serta capaian studinya selama menempuh pendidikan di Al-Azhar.

Nusantara

Kumpulan tulisan dengan topik keislaman di Nusantara dapat teman-teman temukan

di sini

Apresiasi juga datang langsung dari pucuk pimpinan Al-Azhar. Syekhul-Azhar, Imam Akbar Syekh Ahmad Ath-Thayyib mengundangnya ke kantor Masyakhah Al-Azhar dan menyambutnya secara hangat. Dalam pertemuan itu, beliau memuji prestasi akademik serta kesungguhannya dalam menuntut ilmu.

Melalui media resmi Al-Azhar, Syekhul-Azhar menyatakan dukungannya dengan memberikan kesempatan kepadanya untuk melanjutkan studi magister di Universitas Al-Azhar melalui beasiswa penuh, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kecemerlangannya.

Beliau juga menilai mahasiswi Indonesia tersebut sebagai teladan bagi perempuan Muslim, yang mampu berkontribusi bagi kebangkitan masyarakat melalui ilmu pengetahuan. Harapan pun disampaikan agar ia dan para lulusan unggul lainnya kelak menjadi duta risalah Al-Azhar, menyebarkan nilai moderasi dan keilmuan hingga ke negeri asal mereka.

Dalam kesempatan itu, Yeli Putriani mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya dapat bertemu langsung dengan Syekhul-Azhar, sebuah impian yang telah lama ia simpan sejak awal menempuh studi di Kairo. Ia menuturkan, demi fokus belajar selama empat tahun, dirinya memilih tidak pulang ke kampung halaman di Sumatera.

Sejak kecil, kecintaannya kepada Al-Quran telah tumbuh kuat. Kecintaan itulah yang kemudian membimbingnya memilih studi balaghah serta mendalami ilmu-ilmu Al-Quran di Al-Azhar, jalan ilmu yang kini mengantarkannya ke gerbang pengabdian yang lebih luas.


💡
Baca juga warta lain di rubrik BERITA atau pilih ragam tulisan lain di Situs Tawazun ID

Latest