Khutbah Pertama
Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah...
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Dia telah melimpahkan kepada kita berbagai nikmat, termasuk nikmat kesehatan, yang kerap kita lupakan. Alhamdulillah, hari ini kita manfaatkan nikmat itu untuk melaksanakan ketaatan: memenuhi panggilan Allah melalui salat Jumat.
Selawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarganya, para sahabatnya, dan umatnya yang setia mengikuti ajarannya hingga hari kiamat.
Manusia kerap gelisah soal rezeki, padahal Allah telah menjaminnya bagi setiap makhluk, sebagaimana firman-Nya:
"Tidak satu pun hewan yang bergerak di atas bumi melainkan dijamin rezekinya oleh Allah." (Surah Hud: 6)
Namun hati kita tetap saja merasa cemas. Bolehkah kita khawatir terhadap sesuatu yang telah dijamin oleh Allah?
Kecemasan ini sebenarnya adalah cerminan kelemahan manusia—bahwa kita adalah makhluk yang sangat bergantung kepada-Nya. Justru perasaan itu adalah panggilan agar kita kembali kepada Allah: menjadikan-Nya tempat bergantung, tempat mengadu, dan tempat meminta segala kebutuhan.
Karenanya, janganlah kita pesimis, sebab kita memiliki Allah, Tuhan Yang Maha Kaya dan Maha Penyayang.
Hadirin yang dimuliakan Allah...
Seorang hamba yang beriman seharusnya bersungguh-sungguh dalam ibadah, tunduk dan patuh kepada Allah. Menghamba artinya ikhlas, sabar menjalankan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, dan ridha terhadap takdir-Nya—termasuk urusan rezeki. Sebab rezeki sudah ditakar dan dijamin oleh Allah SWT.
Rezeki bukan hanya soal harta. Iman, Islam, ilmu, pasangan yang saleh, keturunan yang baik, kesehatan, bahkan ketenangan batin—semuanya adalah bentuk rezeki.
Apa yang membuat rezeki mengalir?
Selain silaturahmi, takwa adalah salah satu kunci utama pembuka rezeki. Ia mendatangkan hujan, membuka pintu-pintu keberkahan, dan melimpahkan rezeki dari langit dan bumi.
Allah berfirman:
"Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi." (Surah Al-A'raf: 96)
Takwa adalah kunci segala kebaikan: sumber kebahagiaan, keselamatan, kelapangan, dan ketenangan. Ia penjaga dari kehancuran, sebab dengannya Allah turunkan nikmat dan rahmat-Nya.
Bahasa Arab
Kumpulan tulisan terkait bahasa Arab dan khazanah ilmunya bisa teman-teman temukan
di siniMa'asyiral Muslimin Rahimakumullah...
Jika kita ingin rezeki dari Allah, janganlah kita menutup pintu rezeki dengan dosa dan maksiat. Sebab dosa adalah sebab dari berbagai kesempitan, musibah, dan kesulitan hidup.
Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya seseorang bisa terhalang rezekinya karena dosa yang ia lakukan." (HR Ahmad)
Maka janganlah kita berdusta, menghina, bersikap sombong, atau memandang yang haram—semuanya bisa menjadi penghalang turunnya rezeki.
Mari kita senantiasa berdoa seperti yang diajarkan Rasulullah:
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, kehormatan diri, dan kecukupan.”
Mari kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah, yakini janji-Nya, dan yakin bahwa Dia akan melapangkan rezeki dari arah yang tidak kita sangka serta memberkahi hidup kita di dunia dan akhirat.
Khutbah Kedua
