Khutbah Pertama
Ma’āsyiral Muslimīn Rahimakumullāh,
Allah ﷻ telah menganugerahkan akal kepada manusia sebagai salah satu karunia terbesar. Akal menjadi wadah bagi kreativitas, inovasi, penemuan, dan pembangunan peradaban. Ia merupakan bagian paling esensial dalam diri manusia, yang membedakan antara yang benar dan salah, antara yang baik dan buruk, serta menjadi pembeda utama antara manusia dan makhluk ciptaan Allah yang lain. Dengan akal itulah, manusia yang berakal dikenai taklif syariat.
Sebagaimana tubuh menjadi baik dengan baiknya hati, demikian pula suatu bangsa dan masyarakat akan menjadi baik jika akalnya terjaga dan digunakan dengan benar. Karena itulah, Al-Quran berulang kali menyeru kita untuk memaksimalkan potensi akal, sejalan dengan kemuliaan dan kedudukan luhur yang dimilikinya. Di antara seruan Allah ﷻ adalah:
أَفَلَا تَعْقِلُونَ – Tidakkah kalian menggunakan akal?
أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ – Tidakkah kalian mau berpikir?
أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ – Tidakkah mereka merenung?
※ Gerbang Menuju Pembaharuan Pemikiran Islam
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Di zaman ini, kita menyaksikan kenyataan yang menyedihkan: banyak generasi muda yang kurang tersentuh ajaran Islam, minim pengawasan dari orang tua, dan kurang mendapat perhatian dari pemerintah maupun masyarakat. Akibat salah pergaulan, tidak sedikit di antara mereka yang terjerumus dalam lingkaran obat-obatan terlarang dan narkotika, yang merusak akal serta menghancurkan masa depan.
Padahal, para pemuda adalah harapan bangsa, garda terdepan, dan penerus perjuangan umat. Namun sebagian dari mereka justru menjadi korban kejahatan para pengedar narkoba dan minuman keras—orang-orang yang tanpa rasa takut terus berkeliaran di sekitar kita, menebarkan racun yang mematikan.
Negara Indonesia yang ingin maju dan berjaya harus berupaya sekuat tenaga untuk mengawasi, menindak, dan memberantas peredaran barang-barang haram tersebut. Tanpa kesadaran kolektif dari masyarakat dan perhatian serius dari pemerintah, para pemuda yang kita harapkan menjadi pemimpin masa depan justru bisa berubah menjadi beban, bahkan perusak negeri, akibat kehilangan arah dan akhlak.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Narkotika adalah sumber kehancuran manusia. Ia merusak jiwa, merampas akal, menguras harta, memecah belah keluarga, bahkan dapat merenggut nyawa. Narkotika menjadi penyebab utama banyaknya rumah tangga yang runtuh, anak-anak yang terlantar, dan generasi muda yang kehilangan masa depan. Ia adalah induk dari segala keburukan—sumber kerusakan dan kebinasaan.
Tidak sepantasnya manusia yang berakal membiarkan nikmat akalnya yang mulia dan suci terjerumus ke dalam kerusakan dan kehancuran. Dalam ajaran Islam, menjaga akal (hifzh al-‘aql) merupakan salah satu tujuan utama dari syariat (maqashid asy-syari’ah). Oleh karena itu, Allah ﷻ melarang kita memasuki segala hal yang dapat membawa kepada kebinasaan.
Allah berfirman:
“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu ke dalam kebinasaan.” (Surah Al-Baqarah: 195)
Allah dan Rasul-Nya juga melarang segala bentuk makanan atau minuman yang memabukkan dan merusak sistem saraf serta akal. Sebagaimana firman-Nya:
“Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, berkurban untuk berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji dari perbuatan setan. Maka jauhilah agar kamu beruntung.” (Surah Al-Ma'idah: 90)
Munakahat
Kumpulan tulisan dengan topik pernikahan dan keluarga islami dapat teman-teman temukan
di siniRasulullah ﷺ bersabda:
“Rasulullah ﷺ melarang segala sesuatu yang memabukkan dan melemahkan.”
Hadirin sidang Jumat yang dimuliakan Allah,
Selain mengawasi lingkungan pergaulan anak-anak kita, kita juga perlu mengenalkan serta mendidik mereka dengan nilai-nilai agama dan moral. Pendidikan agama sangat penting untuk mengisi dimensi spiritual jiwa mereka, sekaligus menanamkan kesadaran akan batas halal dan haram sejak dini.
Ajaklah anak-anak kita untuk berteman dengan orang-orang saleh, dekat dengan ulama yang bijak, dan berada dalam lingkungan yang positif. Sebagaimana nasihat Luqman kepada anaknya:
“Luqman berkata kepada anaknya: Wahai anakku, hadirilah majelis para ulama dan dengarkanlah nasihat orang-orang bijak. Sesungguhnya Allah menghidupkan hati dengan cahaya hikmah sebagaimana Dia menghidupkan bumi yang mati dengan hujan deras.”
Semoga Allah senantiasa menjaga akal kita, melindungi anak-anak dan generasi muda dari bahaya narkotika serta pergaulan buruk, dan membimbing kita untuk memuliakan nikmat akal melalui ilmu, amal, dan akhlak yang baik.
Khutbah Kedua
