TAWAZUN.ID — Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Dr. Taufiq Ar-Rabiah menutup penyelenggaraan Muktamar dan Pameran Haji edisi kelima dan menyampaikan apresiasi mendalam kepada pimpinan Kerajaan atas dukungan yang terus-menerus diberikan terhadap pengembangan layanan haji. Ia menegaskan bahwa perhatian langsung dari kepemimpinan Saudi telah menjadi fondasi utama keberhasilan sistem layanan haji yang semakin meningkat kualitasnya.
Dalam pernyataannya, Ar-Rabiah menyoroti peran Dārāt Al-Malik Abdulaziz (King Abdulaziz Foundation for Research and Archives) dalam menampilkan kekayaan sejarah haji dan dua tanah suci, seraya mengapresiasi upaya Pangeran Faisal bin Salman bin Abdulaziz selaku Ketua Dewan Direksi lembaga tersebut. Ia juga mengingatkan kembali apresiasi Dewan Menteri Saudi terhadap penyelenggaraan “Forum Sejarah Haji dan Dua Masjid Suci” dan kontribusi lembaga tersebut dalam dokumentasi ilmiah serta penyajian museum dan arsip digital.
Menteri Ar-Rabiah mengumumkan bahwa jumlah calon jamaah haji yang telah menyelesaikan proses kontrak melampaui satu juta orang dari berbagai negara, sebuah capaian yang belum pernah terjadi sebelumnya pada tahap ini. Menurutnya, hal tersebut mencerminkan kesiapan sistem layanan dan keberhasilan strategi persiapan dini untuk musim haji mendatang.
Al-Quran
Kumpulan tulisan dengan kata kunci Al-Quran dan cabang ilmunya bisa teman-teman temukan
di siniEdisi kelima Muktamar dan Pameran Haji juga mencatat banyak pencapaian signifikan, termasuk kehadiran lebih dari 160.000 pengunjung dengan pertumbuhan lebih dari 33 persen dibandingkan tahun lalu, serta partisipasi dari lebih 150 negara. Selain itu, Kementerian Haji dan Umrah menandatangani 77 perjanjian internasional untuk pengaturan keberangkatan jamaah, disertai lebih dari 3.000 kemitraan strategis sektor swasta, serta partisipasi lebih dari 300 lembaga pemerintah dan swasta dalam memamerkan layanan dan inovasi untuk mendukung penyelenggaraan haji.
Di akhir keterangannya, Al-Rabiah mengumumkan rencana penyelenggaraan “Forum Umrah dan Ziarah” di Madinah pada Januari 2026. Langkah ini menjadi indikasi lanjutan dari transformasi layanan haji dan pengembangan ekosistem umrah dan ziarah sesuai dengan target Visi Saudi 2030, termasuk memperkuat daya saing sektor swasta dan memperluas kemitraan dengan lembaga lokal maupun internasional.
